Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demo Ricuh! Begini Kronologi Massa Aksi Dibubarkan Paksa oleh Orang Tak Dikenal: Pedagang Teras Malioboro Mengamankan Diri ke DPRD DIY

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 8 Februari 2025 | 03:53 WIB

Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma sedang melakukan audiensi dengan massa aksi pasca adanya kericuhan.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma sedang melakukan audiensi dengan massa aksi pasca adanya kericuhan.


JOGJA - Aksi demonstrasi Pedagang Teras Malioboro (TM) di Gedung DPRD DIY, Jumat (7/2/2026) berlangsung ricuh.

Sekelompok orang di luar peserta aksi tiba-tiba membubarkan massa aksi hingga mengamankan diri masuk ke Gedung DPRD DIY.

Pedagang Teras Malioboro bersama Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (ARUS) Malioboro melakukan aksi di Gedung DPRD hingga larut. Para peserta aksi melakukan blokade Jalan Malioboro hingga sekitar pukul 18.30.

Sekitar pukul 16.30 ada segilintir orang mendatangi massa aksi untuk meminta bubar dengan bernada keras.

Gesekan sempat terjadi, namun orang tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan Satpol PP.

Peserta aksi pun bertahan di tengah jalan Malioboro hingga pukul 18.30. Tiba-tiba dari arah Selatan, terdapat sekelompok orang yang berniat membubarkan massa.

Mereka berteriak dengan nada keras agar para peserta aksi bubar. Sekelompok orang tersebut lalu mencoba untuk masuk ke area aksi.

Itu menyebabkan gesekan dengan beberapa aparat keamanan.

Beberapa orang dari kelompok tersebut bahkan membawa semacam benda untuk dilemparkan ke atas. Suasana seketika pecah dan berhamburan.

Peserta aksi kemudian masuk ke dalam gerbang Gedung DPRD DIY untuk mengamankan diri. Personil polisi dan Satpol PP pun sibuk melerai kelompok orang yang mencoba membubarkan aksi itu.

Baca Juga: Kali Kedua Rafinha Tak Jadi Starter, PSIM Jogja Andalkan Irvan Mofu saat Dijamu Persiraja Banda Aceh

Tak berhenti disitu, setelah peserta aksi diarahkan masuk ke Gedung DPRD DIY, sekelompok orang tersebut kemudian mengitari pagar dan tembok Gedung DPRD DIY.

Bahkan beberapa diantaranya memanjat sambil meneriakkan nada berbau ancaman kepada massa aksi yang berada di halaman Gedung DPRD DIY.

Saat ditemui pasca melakukan pengamanan massa aksi, Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengakui adanya kelompok orang yang ingin membubarkan massa aksi. Mereka mendatangi peserta aksi selepas waktu magrib.

Baca Juga: Dalam Dua Hari, Polresta Magelang Sita 1.037 Botol Miras dari Warung dan Truk Parkir  

"Pelaku usaha disekitar Jalan Malioboro merasa terganggu karena adanya aksi yang menutup jalan," ujarnya.

Para pelaku usaha tersebut merasa aksi demonstrasi yang dilakukan malah menganggu kelompok pelaku usaha lain di Jalan Malioboro dalam mencari rezeki.

Keributan pun sempat terjadi, dan pihak kepolisian berhasil melerainya.

"Tadi ada adu mulut dan sedikit keributan," tuturnya.

Baca Juga: Jogja Terbanyak Miliki Warisan Budaya di Indonesia; Terbaru, Lima Cagar Budaya Ditetapkan Peringkat Nasional

Massa aksi kemudian ia arahkan untuk masuk ke halaman Gedung DPRD DIY. Selanjutnya para pelaku usaha Jalan Malioboro juga ditenangkan agar membubarkan diri.

"Kami himbau, apabila ada kekerasan yang menimpa segera melapor," tegasnya.

Ia berjanji akan memproses apabila ada laporan terjadinya kekerasan dalam peristiwa tadi. Laporan dengan bukti yang kuat pasti akan diproses, lanjutnya.

"Malam ini akan kami pulangkan dengan pengawalan untuk memastikan keselamatan," jelasnya. 

Baca Juga: Dua Kali Janji Audiensi Tak Ditepati DPRD dan Pemerintah, Pedagang Teras Malioboro Geruduk Gedung DPRD DIY

Sekitar pukul 20.00 massa aksi yang berada di Kompleks Gedung DPRD DIY berangsur membubarkan diri.

Sebelum bubar, mereka berkumpul untuk membacakan pernyataan sikap atas insiden yang terjadi.

"Kami mengecam segala bentuk represi dan kekerasan yang terjadi di Jalan Malioboro malam ini," ujar salah seorang perwakilan massa aksi, Muhammad Rakha Ramadhan.

Baca Juga: Sudah Empat Kali, Sampah Slundupan dari Kota Jogja Masuk ke Kulon Progo, Begini Ungkap DLH!

Tindakan represifitas tersebut tidak menyebabkan mereka gentar. Ia mengatakan akan terus menuntut pemerintah agar memberikan jaminan hidup kepada para pedagang yang direlokasi.

Massa Aksi berkumpul untuk menyatakan sikap setelah adanya kericuhan aksi di Gedung DPRD DIy.
Massa Aksi berkumpul untuk menyatakan sikap setelah adanya kericuhan aksi di Gedung DPRD DIy.

Mereka bercita-cita mewujudkan transparansi relokasi dan mewujudkan tata kota yang partisipasi dan demokrasi.

"Tolak warisan budaya yang menggusur rakayat. Segala bentuk pendindasan harus hilang dari bumi yogyakarta," tegasnya. (oso)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#teras malioboro #kronologi #demonstrasi #dprd diy #aksi massa #ricuh #demo ricuh #pedagang