JOGJA – Para pedagang Teras Malioboro melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY, Jumat (7/2).
Puluhan massa memblokade Jalan Malioboro, menyebabkan pengalihan arus lalu lintas secara mendadak.
"Awalnya peserta aksi di pedestrian namun berubah di badan jalan, sehingga secara cepat kami alihkan kendaraan yang terlanjur masuk ke arah Jalan Sosrowijayan," ujar Kasatlantas Polresta Jogja Kompol Maryanto saat ditemui di lokasi aksi, Jumat (7/2/2025).
Semula, massa melakukan aksi di jalur pedestrian depan Gedung DPRD DIY sekitar pukul 14.30.
Namun karena tak kunjung ditemui oleh anggota legislatif, massa kemudian melakukan blokade Jalan Malioboro mulai pukul 15.30.
Massa dengan membentangkan banner bertuliskan tuntutan praktis memenuhi jalan tersebut.
"Untuk kelancaran kegiatan, kami laksanakan rekayasa lalu lintas, arus lalu lintas menuju Malioboro kami alihkan ke arah Pasar Kembang," tuturnya.
Baca Juga: Kali Kedua Rafinha Tak Jadi Starter, PSIM Jogja Andalkan Irvan Mofu saat Dijamu Persiraja Banda Aceh
Rekayasa tersebut dilakukan demi kelancaran dan kemanan bersama. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tang hendak bepergian agar menghindari jalan Malioboro dan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Bhayangkara, Jalan Suryotomo, atau Jalan Perwakilan.
Salah seorang peserta aksi sekaligus pedagang Teras Malioboro Supriyati mengatakan, adanya blokade dalam aksi tersebut dikarenakan DPRD DIY tidak serius menangani kasus relokasi.
Sehingga, sikap tersebut membuat kemarahan para pedganag yang melihat jajaran legislatif seakan tutup mata dan telinga.
Baca Juga: Dalam Dua Hari, Polresta Magelang Sita 1.037 Botol Miras dari Warung dan Truk Parkir
"Ini tetangga sendiri, pedagang TM 2 yang lokasinya berdekatan dengan Gedung DPRD DIY, minimal tahu permasalahannya apa," ujarnya.
Blokade tersebut juga merupakan bentuk penekanan kepada para pejabat dan anggota dewan agar mereka turun dan mendengar keluh kesah para pedagang. (oso/wia)