Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pekan Budaya Tionghoa 2025 Resmi Dibuka Gebernur HB X di Titik Nol, Bukti Keragaman Suku dan Budaya di Jogja

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 7 Februari 2025 | 04:13 WIB

 

 

Atraksi liong dan barongsai memeriahkan pawai pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2025, di kawasan Malioboro, Kota Jogja Kamis (6/2/2025) malam.
Atraksi liong dan barongsai memeriahkan pawai pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2025, di kawasan Malioboro, Kota Jogja Kamis (6/2/2025) malam.
 

JOGJA - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2025 resmi dibuka Gubernur DIY Hamengku Buwono X di Titik Nol Kamis (6/2/2025) malam. Gelaran ini menjadi bukti keragaman budaya dan suku bangsa yang ada di DIY.

"Kita bisa merasakan suasana kehidupan yang menandai betapa kayanya keragaman suku-suku bangsa yang hidup di taman sarinya Indonesia," ujar Gubernur HB X saat membacakan sambutan dalam pembukaan PBTY 2025.

PBTY 2025 mengusung tema "Seni dan Budaya Membentuk Karakter Bangsa". Makna tema itu bertujuan agar masyarakat merenungi hakikat budaya sebagai roh yang menghidupi peradaban.

"Bung Karno pernah berujar, kreasi kultural bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi upaya pengayaan wawasan sebagai bagian dari perjuangan. Semuanya bagian esensial dalam proses nation-building," tutur bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini.

PBTY merupakan acara sekaligus memperingati Tahun Baru Imlek 2570 yang jatuh 29 Januari lalu. Tahun ini merupakan tahun ular kayu dalam kalender Tionghoa.

"Konon, dalam kosmologi China, unsur kayu dalam tahun ular ini membawa aura kehormatan, kekayaan, dan kemakmuran," tambah HB X.

Tahun ular kayu juga merupakan tanda periode yang diyakni membawa energi transformasi, pertumbuhan, dan kreativitas. Energi itu diharapkan menjadi modal sosial dalam upaya pembangunan dan kebangsaan.

"Pekan budaya ini dapat menjadi momentum untuk merenung kembali, bagaimana membangun semangat keindonesiaan," ungkapnya.

Komunitas Tionghoa di DIY diharapkan terus bersinergi dan berkolaborasi untuk menguatkan Jogja yang istimewa. Pekan budaya ini merupakan wujud integrasi sosial, ekonomi, dan budaya, menuju Indonesia Baru yang lebih menyatu.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PBTY XX 2025 Subekti Saputro Wijaya menambahkan, ada banyak kegiatan dalam perhelatan pekan budaya kali ini. Salah satunya karnaval budaya dari Parkir Abu Bakar Ali, Malioboro sampai Titik Nol Kilometer.

"Ada pameran di Rumah Budaya, menyajikan tentang tokoh orang Tionghoa yang mempunyai peranan penting untuk bangsa Indonesia," ujarnya.

PBTY 2025 dilaksanakan selama tujuh hari. Berbagai aneka kuliner, pertunjukan seni, tradisi dan Tionghoa akan meramaikan perhelatan ini.

Masyarakat diharapkan tidak hanya sekadar menonton, tetapi juga bisa mempelajari budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian penting dari identitas Jogjakarta. "Atraksi sangat banyak, yang pasti juga ada pertunjukan barongsai,"  kata Subekti. (oso/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#2025 #komunitas tionghoa #tiong bahru #Titik Nol Kilometer #tahun baru imlek #suku bangsa #Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) #DIY #PBTY 2025 #Keragaman Budaya #Gubernur DIY Hamengku Buwono X #china #Kosmologi