JOGJA - Pemerintah kota (pemkot) melalui Kota Jogja meminta masyarakat tidak perlu khawatir perihal ketersediaan gas melon atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Sebab dari hasil pengawasan Dinas Perdagangan (Disdag) pasokan gas cukup aman.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, dari hasil pantauan pihaknya ketersediaan gas melon di pangkalan masih tergolong cukup. Bahkan untuk ketersediaan gas melon di tingkat pengecer kemungkinan juga akan kembali normal.
Diakuinya, adanya aturan pelarangan penjualan gas melon di tingkat pengecer memang sempat berdampak pada kelangkaan gas melon yang dijual pada warung-warung. Namun dengan sudah adanya instruksi dari presiden Prabowo Subianto tentu gas melon di tingkat pengecer akan kembali tersedia.
“Harusnya hari ini sudah ada pasokan ke pengecer, karena sepengetahuan kami pangkalan dropping pada tiap hari Senin dan Kamis,” ujar Riswanti saat dikonfirmasi, Kamis (6/2/2025).
Riswanti pun menegaskan, bahwa kuota gas melon untuk di Kota Jogja dari Pertamina Patra Niaga mencukupi. Apalagi realisasi penggunaan gas melon dari kuota yang disediakan masih dibawah 100 persen atau hanya mencapai 98 persen.
Lebih dari itu, dia pun mendorong agar ada kesadaran dari masyarakat dan pelaku usaha yang masuk kategori mampu untuk tidak menggunakan gas melon. Sehingga ketersediaan bagi masyarakat sasaran penerima manfaat di Kota Jogja tetap tercukupi.
“Alhamdulillah untuk pasokan di Kota Jogja aman. Karena kuota mencukupi,” terang Riswanti.
Pantauan Radar Jogja pada Kamis (6/2/2025) di sejumlah warung. Ketersediaan gas melon memang sudah tersedia.
Namun memang cenderung lebih cepat habis karena konsumen akan langsung membeli ketika bahan bakar tersebut ada di pengecer.
Salah satu pemilik warung di Umbulharjo, Tyas mengaku, warungnya sudah kembali mendapatkan pasokan gas melon dari pangkalan.
Untuk harga jual pun masih sama dengan sebelumnya. Yakni di kisaran Rp. 20 hingga 23 ribu.
“Untuk pangkalan gas sudah memasok kembali,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin