Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekonomi DIY Tumbuh 5,03 Persen di 2024, Lapangan Usaha Konstruksi Jadi Sumber Pertumbuhan Tertinggi

Gregorius Bramantyo • Kamis, 6 Februari 2025 | 03:58 WIB

 

HEADSHOT: Kepala BPS DIY Herum Fajarwati.
HEADSHOT: Kepala BPS DIY Herum Fajarwati.

JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 5,03 persen sepanjang 2024, sedikit melambat dibanding 2023 yang tumbuh 5,07 persen.

Pada triwulan IV 2024, DIY menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, yakni 5,07 persen.

Namun, kontribusinya terhadap ekonomi Pulau Jawa hanya 1,54 persen dan nasional 0,88 persen.

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengungkapkan, sektor industri pengolahan sebesar 11,83 persen, akomodasi dan makan minum 10,59 persen, pertanian 9,92 persen, informasi dan komunikasi 9,80 persen, serta konstruksi 9,63 persen menjadi penyokong utama.

“Dari lima lapangan usaha tersebut mampu memberikan kontribusi hingga lebih dari separuh perekonomian DIY atau sebesar 51,77 persen,” katanya, Selasa (5/2/2025).

Pada tahun 2024, semua lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha yang tumbuh paling tinggi adalah pengadaan listrik dan gas sebesar 10,67 persen. Kemudian akomodasi dan makan minum yang tumbuh 8,46 persen dan konstruksi 8,44 persen.

Dia menyarankan untuk mempertimbangkan apakah ada sektor lain yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Sampai berapa lama PSN ini lokasinya ada di DIY. Lalu apakah masih ada PSN lain yang mungkin ke depan juga akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dilihat dari adanya PSN saja. Sebab, sektor-sektor ekonomi di tiap provinsi memiliki kontribusi berbeda-beda.

“Misalnya konstruksi di DIY punya pengaruh yang besar terhadap perekonomian dibandingkan dengan provinsi yang lebih besar atau lebih berkembang, seperti DKI Jakarta,” bebernya.

Pun besaran anggaran baik itu dari APBN maupun APBD juga sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi.

Dicontohkan, jika DIY mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 6 triliun, ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap total APBN/APBD DIY.

Namun, angka yang sama untuk DKI Jakarta akan memiliki dampak yang jauh lebih kecil. Mengingat besarnya total anggaran yang ada di Jakarta. (tyo/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#BPS DIY #ekonomi tumbuh #DIY #pertumbuhan ekonomi