JOGJA - Suasana meriah menyelimuti halaman SD Tarakanita Bumijo, Yogyakarta, saat ratusan siswa dari jenjang KB-TK dan SD antusias menyaksikan atraksi barongsai dalam rangka perayaan Imlek.
Penampilan barongsai ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi para siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Sarpras SD Tarakanita Theresia Vina Indriyani menjelaskan, festival barongsai di sekolah merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan untuk memperkenalkan budaya Tionghoa kepada siswa.
“Antusiasme siswa selalu tinggi karena mereka tidak hanya menonton, tetapi juga bisa berinteraksi langsung,” katanya kepada Radar Jogja, Jumat (31/1/2025).
Vina menjelaskan sekolah yang menaungi 815 siswa dari jenjang KB hingga SD ini memiliki latar belakang siswa yang beragam, baik dari segi suku maupun etnis.
Di antaranya, jenjang KB- TK ada 8 rombel dengan 175 siswa, dan SD ada 24 rombel dengan 640 siswa.
Oleh karena itu, penting untuk menanamkan nilai toleransi dan akulturasi sejak dini, salah satunya melalui pengenalan budaya.
“Selain barongsai yang merupakan budaya Tionghoa, kami juga mengenalkan budaya lainnya, termasuk budaya Jawa,” ujarnya.
Adapun, implementasi selama ini dari beberapa program pengenalan budaya yang telah diterapkan di sekolah antara lain, mewajibkan siswa mengenakan pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta setiap Kamis Pon serta mendatangkan praktisi berbahasa Inggris untuk memperkaya wawasan siswa.
Baca Juga: Pengadaan LPJU Bantul Terancam Berkurang Karena Kebijakan Refocusing dari Pusat
“Kami perkenalkan banyak budaya kepada para siswa. Ini proses yang ideal dan menyenangkan bagi mereka,” jelasnya.
Tak hanya siswa, para orangtua yang mendampingi putra-putrinya juga turut menikmati pertunjukan.
Bahkan, beberapa di antaranya ikut serta dalam tradisi memberi angpau kepada barongsai.
Salah satu orangtua siswa Andina Amalia mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menghadirkan barongsai.
Menurutnya, pengalaman seperti ini menjadi pembelajaran luar kelas yang berharga bagi anak-anak.
“Barongsai bukan hanya hiburan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kaya. Anak-anak jadi tahu bahwa tradisi ini memiliki makna, seperti mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan,” tambahnya. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita