Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak Aktivitas di Mal! Kunjungan Pusat Perbelanjaan di DIY Melonjak Tiga Kali Lipat Selama Libur Isra Mikraj dan Imlek 2025

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 1 Februari 2025 | 14:20 WIB
DAYA TARIK: Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Sleman, Minggu (29/12). Pusat perbelanjaan atau mal menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat untuk berlibur karena dipengaruhi faktor cuaca.
DAYA TARIK: Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Sleman, Minggu (29/12). Pusat perbelanjaan atau mal menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat untuk berlibur karena dipengaruhi faktor cuaca.

JOGJA – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY mencatat tingkat kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan di DIY meningkat tiga kali lipat selama libur Isra Mikraj dan Imlek 2025.

Namun jika dibandingkan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kunjungan kali ini sedikit lebih rendah karena periode liburnya yang lebih singkat.

Ketua APBI DIY Surya Ananta mengatakan, penghitungan kunjungan selama Nataru dilakukan dalam periode satu minggu yaitu dari 25 hingga 31 Desember 2024.

Kemudian saat libur panjang Isra Mikraj dan Imlek dihitung mulai dari 23 Januari hingga 29 Januari 2025.

"Kalau dilihat hanya pada tanggal merahnya, lonjakan kunjungan memang seimbang (dengan Nataru meningkat tiga kali lipat)," ujarnya, Jumat (31/1/2025).

Menurutnya, libur panjang Isra Mikraj dan Imlek, hanya berselang dua hari. Sehingga puncak kunjungan ada di antara tanggal merah tersebut.

Surya menyebut, pencapaian lonjakan ini sudah sesuai dengan target yang telah dibuat.

Peak season tidak hanya terjadi pada satu hari tertentu, melainkan berpengaruh selama beberapa hari,” katanya.

Faktor lain, selain karena jarak libur Isra Mikraj dan Imlek berdekatan, banyaknya aktivitas menarik di mal juga berpengaruh terhadap tingkat kunjungan.

Selama liburan, mal menghadirkan program-program menarik yang berbeda dari hari biasa. Sehingga mampu menarik kunjungan.

“Misalnya ada firework saat tahun baru. Saat Imlek juga full dengan perayaan Imlek. Selalu ada daya tariknya dibanding hari biasa, sehingga tingkat kunjungannya tinggi,” jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jogja Tambah Sembilan Titik EWS Otomatis di Tiga Sungai Besar Kota Jogja: Realisasi Akhir Februari 2025

Dia mengungkapkan, kunjungan saat libur panjang di akhir Januari 2025 kemarin didominasi dari wilayah Jawa Tengah.

Hal itu disebabkan akses ke DIY lebih dekat. Namun tidak sedikit juga wisatawan yang berasal dari Jakarta dan Surabaya.

“Kalau tanggal merahnya hanya satu, mayoritas (kunjungan,Red) dari Jawa Tengah. Tapi kalau libur panjang dan ada cuti bersama, paling banyak Jakarta, Surabaya juga,” bebernya.

Surya menyebut, setelah liburan tingkat kunjungan memang perlahan menurun. Namun tidak langsung anjlok. Kunjungan tetap masih lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

“Menuju ke normal, tidak langsung anjlok,” sebutnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto mengatakan, periode libur Isra Mikraj dan Imlek kemarin lebih stabil dan merata dibanding Nataru.

Kunjungan destinasi di empat kabupaten dan satu kota juga lebih merata.

“Okupansi lebih maksimal dan stabil di ring 1 sampai 3. Industri transportasi dan UMKM juga terlihat tergerak lebih maksimal," bebernya.

Dia menilai, libur Nataru kemarin menjadi pelajaran dan pengalaman bagi industri wisata. Sehingga libur panjang kemarin bisa direspons lebih baik.

“Periode libur ini lebih bagus dan lebih merata dibanding Nataru,” tambahnya. (tyo/wia)

 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#mal #pusat perbelanjaan #DIY #apbi #libur panjang isra miraj dan Imlek