Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelaksanaan MBG Mundur Dua Kali: Dijadwalkan Mulai 17 Februari, Menyasar Empat Sekolah

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 1 Februari 2025 | 05:20 WIB

 

BERGIZI: Siswa SDN Jurangombo 4 menikmati makanan yang diberikan dari program makan bergizi gratis, Senin (6/1/2025).
BERGIZI: Siswa SDN Jurangombo 4 menikmati makanan yang diberikan dari program makan bergizi gratis, Senin (6/1/2025).

JOGJA – Meski telah berjalan sejak 6 Januari 2025, pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Jogja belum terlaksana.

Teranyar, pelaksanaan uji coba kembali mengalami penundaan dua kali dari jadwal semula. Pelaksanaan program besutan Presiden Prabowo Subianto ini direncanakan dimulai 17 Februari, dengan menyasar empat sekolah di Kota Jogja.

Salah satu sekolah yang akan menjadi pilot project adalah SMK Negeri 4 Jogja.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri (SMKN) 4 Jogja Widiatmoko Herbimo mengatakan, penyelenggaraan pilot project program MBG di Kota Jogja sudah mundur beberapa kali dari perencanaannya.

Wacana awal akan diselenggarakan pada 2 Februari harus mundur lagi pada tanggal 17 Februari.

"Senin, 17 Februari itu sudah fix katanya, semoga tidak mundur," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2025).

Pilot project MBG di wilayah Kemantren Umbulharjo Kota Jogja ini serentak akan dilakukan di beberapa sekolah. Selain SMKN 4 Jogja, juga di SMPN 10 Jogja, SMKN 6 Jogja dan sekolah dasar (SD) yang berlokasi di sekitar Kotagede.

"Setahu saya itu tidak tahu kalau ada tambahan (sasaran, Red), targetnya kan 3.000 siswa," jelasnya.

Jumlah siswa yang akan mendapatkan MBG di SMKN 4 Jogja ini hanya akan menyasar kelas 1 (X) dengan total 617 siswa. Hal ini karena pada hari pelaksanaan siswa kelas 11 (XI) sedang menjalani study tour ke pulau Bali.

"Jadi hanya siswa kelas 10 itu (sasaran MBG, Red)," lanjutnya.

Sesuai hasil koordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mekanisme pemberian MBG di SMKN 4 Jogja adalah pihak katering mengantarkan masakan ke sekolah dan pihak sekolah yang mendistribusikannya kepada murid-murid.

"Rencananya pelaksanaanya nanti dari pihak katering ngedrop makanan ke sini, lalu pihak sekolah yang mengatur ke kelas-kelas," jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono mengatakan, selalu siap untuk menjalankan program MBG di DIY.

Pemprov telah menyisihkan anggaran Rp 42 miliar untuk melaksanakan program prioritas nasional tersebut.

"Kabupaten/kota sudah siap, diprioritaskan untuk anak sekolah," katanya.

Menurutnya, karena pelaksanaan MBG langsung dari pemerintah pusat melalui satuan kerja SPPG, maka tugas Pemprov DIJ adalah membantu.

Ia tidak memungkiri bahwa pelaksanaan MBG di Kota Jogja mundur dari perencanaan awal.

Hal ini karena keputusan ada di SPPG, maka pihaknya terus mengikuti perkembangan informasinya.

"Sebelumnya infonya (dilaksanakan, Red) minggu kedua bulan Januari, dan ada lima sekolah yang disasar untuk uji coba MBG," tambahnya. (oso/wia)

 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #mundur #presiden prabowo subianto #program mbg #Makan Bergizi Gratis