Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Banjir, Pemkot Jogja Tambah Sembilan Titik EWS Otomatis di Tiga Sungai Besar Kota Jogja: Realisasi Akhir Februari 2025

Iwan Nurwanto • Sabtu, 1 Februari 2025 | 04:58 WIB
SIAGA: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sedang mengecek kondisi alat Early Warning System (EWS) di Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri, Bantul.
SIAGA: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sedang mengecek kondisi alat Early Warning System (EWS) di Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri, Bantul.

JOGJA – Sebagai upaya mengantisipasi banjir di sungai-sungai besar yang melintasi area perkotaan, pemerintah kota (pemkot) berencana menambah sembilan titik alat early warning system (EWS) otomatis pada tiga sungai yang mengaliri Kota Jogja.

Pemasangan alat deteksi dini bencana banjir itu dijadwalkan pada akhir bulan Februari 2025 mendatang dengan total anggaran Rp 598,5 juta.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengatakan, kehadiran EWS ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat bantaran sungai.

Khususnya ketika menghadapi potensi bencana banjir. Sebab alat tersebut akan memberikan peringatan dini kepada BPBD Kota Jogja. Sehingga upaya mitigasi pun dapat cepat dilakukan untuk meminimalisir dampak kejadian bencana.

“Dengan EWS otomatis tentu lebih cepat respon time-nya karena level permukaan air terpantau lebih akurat dan sistem peringatan akan bekerja lebih responsif,” katanya Jumat (31/1).

Darmanto menjelaskan, sembilan EWS itu akan dipasang di tiga sungai Kota Jogja meliputi Sungai Gajah Wong, Code dan Winongo.

Untuk rinciannya, aliran Sungai Winongo berada di Kampung Ledok Tukangan, Jagalan Beji, dan Sorosutan.

Kemudian untuk EWS yang dipasang di Sungai Winongo berada di Kampung Serangan, Gampingan dan Suryowijayan. Sementara di Sungai Gajah Winongo, EWS akan dipasang di Kampung Gendeng Timur, Balirejo dan Tegalgendu.

Adapun total anggaran untuk pemasangan sembilan titik EWS itu mencapai Rp 598,5 juta melalui pagu APBD 2025. Maka, asumsi untuk satu alat EWS otomatis dibeli dengan harga Rp 66,5 juta.

“Saat sudah terpasang kami akan melakukan simulasi yang melibatkan masyarakat dan KTB (Kampung Tangguh Bencana) di sekitar EWS,” ujarnya.

Sebelumnya BPBD Kota Jogja juga telah memiliki 17 titik EWS manual. Pemasangannya ada Sungai Code delapan titik, Sungai Winongo empat titik, dan Sungai Gajah Wong lima titik EWS.

Sistem EWS manual sendiri merupakan peringatan dini yang dipantau secara manual melalui kamera CCTV sungai.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat menambahkan, pemantauan debit air sungai akan dilakukan selama 24 jam. Ini menyusul meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi selama awal tahun 2025 ini.

Pemantauan kondisi sungai dilakukan dengan peralatan telemetri yang bisa dipantau jarak jauh dari ruang kontrol di Kantor BPBD Kota Jogja. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan kabupaten lain agar informasi sungai bisa diterima bisa lebih cepat dan optimal.

“Kami sudah punya link dengan kabupaten Sleman,” tegas Nur. (inu/wia)

 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #BPBD Kota Jogja #Banjir #early warning system #Bencana #EWS otomatis #EWS