JOGJA - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Jogja mundur lagi pada 17 Februari. Sasaran awal rencananya akan dilaksanakan di empat sekolah di Kota Jogja.
"Senin, 17 Februari itu sudah fix katanya, semoga tidak mundur," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Widiatmoko Herbimo saat dikonfirmasi, Jumat (31/1).
Penyelenggaraan pilot project program MBG di Kota Jogja sudah mundur beberapa kali dari perencanaannya. Wacana yang akan diselenggarakan pada 2 Februari harus mundur lagi pada tanggal 17 Februari.
"Percobaan di Kemantren Umbulharo, Kota Jogja," tuturnya.
Menurut informasi yang ia dapatkan, uji coba program MBG di Kota Jogja serentak dilakukan di beberapa sekolah. Selain SMK N 4 Yogyakarta juga dilaksanakan di SMP N 10 Yogyakarta, SMK N 6 Yogyakarta dan SD di yang berlokasi di sekitar Kota Gede.
"Setahu saya itu tidak tahu kalau ada tambahan, targetnya kan 3000 siswa," jelasnya.
Jumlah siswa yang akan mendapatkan MBG di SMK N 4 Yogyakarta totalnya 617 siswa. Karena pada hari pelaksanaan kebetulan siswa kelas 11 sedang menjalani study tour ke pulau Bali.
"Jadi hanya siswa kelas 10 itu," lanjutnya.
Pagi ini, Jumat (31/1) pihaknya mengikuti m diskusi dalam jaringan (daring) dengan pihak Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi (SPPG), SMK N 4 Jogja dan para pihak terkait. Pertemuan tersebut banyak membahas kaitannya dengan teknsi pelaksanaan seperti aturan masakan, teknis pembersihan dan sebagainya.
"Rencananya pelaksanaanya nanti dari pihak katering ngedrop makanan ke sini, lalu pihak sekolah yang mengatur ke kelas-kelas," jelasnya.
Terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono mengatakan selalu siap untuk menjalankan program MBG di DIY. Pemprov DIY telah menyisihkan anggaran Rp 42 miliar untuk melaksanakan program prioritas nasional tersebut.
"Kabupaten/kota sudah siap, diprioritaskan untuk anak sekolah," ujarnya.
Karena pelaksanaan MBG langsung dari pemerintah pusat melalui satuan kerja SPPG, maka tugas Pemprov DIY adalah membantu. Ia tidak memungkiri bahwa pelaksanaan MBG di Kota Jogja mundur dari perencanaan awal. Karena keputusan ada di SPPG, maka pihaknya terus mengikuti perkembangan informasinya.
"Sebelumnya infonya (dilaksanakan) minggu kedua bulan Januari, dan ada lima sekolah yang disasar untuk ujicoba MBG," jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin