Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berbau Busuk, Masih Banyak Tumpukan Sampah Liar, Penanganan Sampah Pemkot Jogja Dinilai Belum Maksimal

Iwan Nurwanto • Jumat, 31 Januari 2025 | 21:50 WIB
Ilustrasi pembuangan sampah liar.
Ilustrasi pembuangan sampah liar.

JOGJA - Penanganan masalah sampah di Kota Jogja dinilai masyarakat dan kalangan legislatif masih belum maksimal. Hal tersebut tampak dari masih penuhnya depo dan banyaknya ruas jalan yang dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.

Salah satu warga yang mengeluhkan penanganan sampah adalah Purwanto. Warga kemantren Wirobrajan ini mengaku, masih sulit membuang sampah karena kondisi depo yang penuh. Sehingga sampah yang seharusnya dibuang pun dalam beberapa hari disimpan di rumah.

Atas kondisi tersebut, dia berharap agar permasalahan sampah dapat segera ditanggulangi. Agar kemudian pembuangan sampah bisa kembali lancar seperti yang sudah berjalan sebelumnya.

“Saya berharap agar depo-depo kembali bisa untuk membuang sampah,” ujar Purwanto, Jumat (31/1/2025).

Permasalahan terkait sampah yang belum optimal itu juga disorot legislatif. Wakil Ketua II DPRD Kota Jogja Triyono Hari Kuncoro menyebut, pemkot belum terlalu serius dalam menangani sampah. Itu tampak dari masih banyaknya keluhan masyarakat perihal depo masih penuh dan banyaknya titik sampah liar yang ada pada beberapa ruas jalan di Kota Jogja.

Kuncoro pun menagih janji pemkot yang akan menyelesaikan permasalahan sampah pada tahun ini. Dia juga berpesan agar kepala daerah baru yang akan dilantik bisa segera menyelesaikan permasalahan sampah. Karena merupakan salah satu persoalan nyata yang paling dikeluhkan oleh sebagian masyarakat.

Kendati demikian, diakui politikus PKS itu, Pemkot Jogja sebenarnya sudah cukup berupaya untuk menangani permasalahan sampah. Misalnya dengan menambah jumlah armada pengangkutan serta berencana mengoperasikan mesin insinerator.

“Namun saya melihat permasalahan sampah ini belum ditangani serius, hasilnya tidak terlalu signifikan,” kata Kuncoro.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menyampaikan, pihaknya sudah menggodok rencana penjemputan sampah dari rumah tangga untuk menanggulangi permasalahan sampah. Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan di seluruh kemantren pada bulan April mendatang.

Melalui kebijakan itu, Haryoko optimis permasalahan sampah bisa teratasi. Sebab pihaknya dapat memastikan sampah milik masyarakat Kota Jogja tidak dibuang sembarangan. Apalagi pemkot juga telah memiliki empat mesin insinerator yang ditempatkan di wilayah Giwangan dan Piyungan dengan kemampuan pengolahan sampah 30 ton per hari.  

Lalu juga didukung TPS3R Nitikan dengan kemampuan 55 ton per hari, TPS3R Kranon 25 ton per hari, dan TPS3R Karangmiri 15 ton per hari. Serta kerjasama pengelolaan sampah dengan pihak swasta sebanyak 45 ton per hari.

“Kalau memang semua sudah siap, bisa saja diupayakan untuk maju (penjemputan sampah dari rumah berlaku di bulan Maret),” terang Haryoko. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#darurat sampah #Kota Jogja #lindi #bau busuk #Sampah #Sampah Liar