GUNUNGKIDUL - Jasad pelajar SMP Negeri 7 Mojokerto ditemukan di area rip current atau arus balik usai sehari menghilang di Perairan Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (29/1) sekitar pukul 07.30.
Jasadnya pertama kali ditemukan oleh grup penyelam tim SAR Gabungan. Rip current merupakan area berbahaya bagi wisatawan yang sedang bermain air di pantai selatan. Apalagi, saat terjadi gelombang tinggi maupun ombak besar.
Koordinator Satlinmas SAR Istimewa Wilayah Operasi 1 Marjono menjelaskan, rip current merupakan arus balik yang mengalir dari pantai ke laut. Area ini biasanya merupakan cekungan terendah di dataran pantai. “Yang dapat bervariasi tergantung pada jenis dasar pantai," ujar Marjono.
Baca Juga: Pedagang Tagih Janji! Tuntut Kepastian Lapak di Kampung Seni Borobudur
Di pantai berpasir seperti Pantai Baron, kata Marjono, arus rip current dapat berpindah-pindah, sedangkan di pantai berbatu, arus tersebut cenderung tetap seperti yang ada di Pantai Drini. Dari cekungan tersebut, air yang mengalir dari pantai mengarah ke tengah laut, dengan arus balik yang lebih kencang dibandingkan dengan arus menuju pantai.
Marjono menambahkan, kedalaman rip current bisa mencapai tiga meter saat pasang dan dapat menyusut menjadi 50-60 cm saat surut. memiliki fungsi penting sebagai jalur pendaratan kapal. "Sebagian besar pantai yang memiliki rip current dapat digunakan untuk mendaratkan kapal jukung," katanya.
Marjono mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi wisatawan. Pihaknya selalu memberikan imbauan kepada wisatawan agar tidak bermain di area rip current.Pihaknya juga mencoba menandai area tersebut dengan pelampung merah. Namun, pelampung tersebut tidak bertahan lama karena gangguan arus dan jalur kapal.
Pasalnya, ketika wisatawan sudah terjebak di rip current itu akan menariknya sehingga terseret ombak ke tengah laut. Secara rinci, Arief menuturkan rip current kecenderungannya biasanya tidak berbuih putih, tidak ada ombak pecah, warnanya lebih gelap dari sisi kiri dan kanannya, dan ada arus ke tengah yang menjauh dari bibir pantai.
Selain itu, ketika bermain air di pantai jangan terlalu ke tengah karena berisiko terhantam ombak besar dan akan menarik lagi ke laut menjauh dari bibir pantai.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menambahkan, titik yang tenang biasanya banyak didatangi wisatawan untuk berenang. Padahal, itu malah berbahaya karena bisa menyeretnya. Papan peringatan dan pemberitahuan pun sudah tersedia sebagai pengingat pengunjung. “Di Parangtritis sudah diwanti-wanti kepada setiap pengunjung yang datang,” bebernya.
Baca Juga: Laka Laut di Parangtritis Mayoritas Wisatawan Terseret Saat Bermain di Titik Rip Current
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad menyebut, hampir semua pantai selatan di sepanjang DIJ terdapat rip current.Ia menjelaskan, Pantai Drini merupakan bagian dari wilayah II yakni sederet dengan pantai Baron.
Di wilayah II tersebut ada 37 obyek wisata pantai yang terdapat 69 personel yang tergabung dalam sarlinmas wilayah II Baron. Setiap berjaga di pantai, mereka selalu memakai pengeras suara untuk memberikan informasi kepada wisatawan. "Itu dibagi di 37 objek wisata, ada yang mobile dan jaga," bebernya.
Imbauan untuk tidak berenang di area sekitar rip current selalu disampaikan. Namun terkadang beberapa wisatawan tidak mau mendengar, sedangkan dalam waktu bersamaan jumlah wisatWan mencapai ribuan, segingga petugas cukup kewalahan.
"Sepanjang bibir pantai Drini berpotensi terdapat rip curent kecuali yang arah ke teluk yang dipakai lokasi kano (kapal kecil) itu lebih aman," ujarnya.
Bagian pantai sebelah barat pantai Drini dinilai lebih berbahaya. Di sana juga didirikan posko pantauan untuk memberikan peringatan pada wisatawan di lokasi tersebut. Ia juga menagatakan, diGunungkidul hampir semua pantai terdapat rip current.
Bahkan sepanjang pantai selatan tak hanya di DIJ tapi sampai di Cilacap. Maka dari itu, ia menyarankan agar wisatawan yang ingin bermain air harus di lokasi yang benar-benar aman. "Yang agak berbahaya itu di Pantai Parangtritis karena pasir jadi berpindah-pindah," tegasnya. (ndi/oso/rul/pra)