JOGJA – Masa libur long weekend Isra Mikraj-Imlek pada Januari 2025 dinilai oleh pelaku wisata lebih baik dibandingkan dengan libur Nataru kemarin. Industri dianggap semakin bisa menyesuaikan dengan daya beli. Sehingga tingkat hunian lebih optimal dan stabil di ring 1 sampai 3.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto mengatakan, periode libur Isra Mikraj dan Imlek kali ini lebih stabil dan merata dibanding Nataru. Kunjungan destinasi di empat kabupaten dan satu kota juga lebih merata. “Okupansi lebih maksimal dan stabil di ring 1 sampai 3. Industri transportasi dan UMKM juga terlihat tergerak lebih maksimal," katanya, Rabu (29/1/2025).
Dia menuturkan, libur Nataru kemarin menjadi pelajaran dan pengalaman bagi industri wisata. Sehingga libur kali ini bisa direspons lebih baik. Menurutnya, liburan kali ini didominasi wisatawan keluarga. Meskipun instansi juga tidak sedikit yang memanfaatkan momentum libur ini untuk berkunjung ke DIY. “Periode libur ini lebih bagus dan lebih merata dibanding Nataru,” ujarnya.
Baca Juga: Dispar DIY Targetkan 10 Juta Kunjungan Wisatawan 2025, Libur Panjang Awal Tahun Jadi Peluang
Bobby menyebut, pelaku wisata terus berkomunikasi intens dengan stakeholder dan pentahelix di DIY. GIPI DIY, katanya, juga menyumbangkan strategi dan respons isu terkini mengenai pariwisata. Supaya lebih responsif dan adaptif dalam menanggapi dinamika pariwisata yang sangat dinamis.
Dia mengungkapkan, selain pasar klasik seperti budaya, sejarah, dan alam, minat terhadap wellness tourism, sport tourism, dan event juga mulai meningkat. Menurutnya, dukungan terhadap potensi wisata ini harus terus dilakukan.
Wellness tourism, sport tourism dan event, kata Bobby, harus dijaga dan didukung marketnya. Sebab masih berkembang dan mengisi lebih saat periode low season, di mana masih menjadi PR bersama. “Di samping peningkatan kualitas layanan dan kualitas SDM yang urgent,” ucapnya.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat, reservasi hotel di DIY pada libur long weekend Isra Mikraj-Imlek mencapai 98,7 persen pada periode 25-29 Januari 2025. Capaian ini tidak hanya terpusat di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman, namun juga menyebar ke Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul.
Baca Juga: Penyedia Foto Baju Adat Jawa Banjir Orderan di Musim Libur Imlek, Layani Sampai 300 Wisatawan Per Hari
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman sebagian ada yang mencapai 100 persen. Menurutnya, capaian ini melebihi periode Nataru kemarin yang hanya 87,23 persen. "Ini memecahkan rekor di periode saya, hampir 100 persen, ini merata," katanya.
Dia menilai, long weekend kali ini bisa memecahkan rekor reservasi karena antara Isra Miraj dan Imlek liburnya berdekatan. Sehingga lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Hampir Seluruh Pantai Selatan di DIY Ada Rip Current, Pelaku Wisata Diminta Aktif Bantu Edukasi
Selain itu, bulan Maret 2025 juga sudah mulai memasuki bulan Ramadan. Sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan long weekend akhir Januari ini untuk liburan. Meski saat Idul Fitri kembali libur, namun eventnya berbeda karena Idul Fitri lebih khusus untuk keluarga. "Tanggal 30 (Januari 2025) mulai turun. Awalnya prediksi kami di 25-31 Januari," ungkap Deddy. (tyo)
Editor : Din Miftahudin