DPD REI DIY Gelar Amazing REI Property Expo 2025, Diikuti 25 Pengembang, Transaksi Ditarget sampai Rp 50 Miliar

Gregorius Bramantyo • Dipublikasikan Rabu, 29 Januari 2025 | 10:30 WIB
DPD REI DIY Gelar Amazing REI Property Expo 2025
DPD REI DIY Gelar Amazing REI Property Expo 2025

JOGJA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY menggelar pameran properti Amazing REI Property Expo 2025. Pameran perumahan yang digelar di Pakuwon Mall Yogyakarta ini berlangsung mulai 28 Januari hingga 2 Februari 2025. Pameran dibuka langsung oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.

Wakil Ketua Bidang Pameran DPD REI DIY Ujang Muksin mengatakan, pameran properti kali ini diikuti oleh 25 pengembang dan 5 perbankan yakni BRI, BNI, BTN, BTN Syariah, dan BSI. Ditargetkan terjadi transaksi Rp 25 miliar sampai Rp 50 miliar.

 Baca Juga: Teras Malioboro Ketandan Mulai Ramai Pengunjung tapi Beskalan Sepi, Gerbang Belum Jadi Salah Satu Faktornya

Range harga yang paling murah ada di Rp 300-an juta, yang paling tinggi ada di atas Rp 3 miliar. Tapi mayoritas Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar,” ujarnya, Selasa (28/1/2025).

Dia optimistis target transaksi tersebut dapat tercapai. Sebab, tren pasar pada awal tahun 2025 ini cukup baik. Terlebih pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen hanya dikenakan untuk rumah mewah di atas Rp 30 miliar. Sehingga properti dengan harga di bawah Rp 30 miliar masih dikenakan pajak 11 persen.

 Baca Juga: MBG Diwacanakan Pakai Serangga, Warga Bantul Tidak Familiar Makan Belalang Meskipun Langsung Bertetangga dengan Gunungkidul

“Tahun ini start bagus, teman-teman (pengembang, Red) ada yang buka lokasi baru. Januari ini cukup baik, apalagi PPN tidak jadi naik, itu jadi stimulus juga. Untuk rumah menengah ke atas rata-rata (penjualan, Red) stabil,” kata Ujang.

Sekretaris DPD REI DIY Ngatijan Suryo Sutiarso menjelaskan, tidak semua konsumen memutuskan langsung membeli rumah saat pameran. Tidak jarang konsumen hanya melihat-lihat rumah saja. Dia menyebut, setidaknya tiga bulan setelah pameran, para konsumen melakukan pembelian.

 Baca Juga: Dirlantas Polda DIY Sebut Kecelakaan di Condongcatur Bukan karena Balap Liar, tapi Ngetes Motor

“Transaksi bisa jauh lebih besar dari target karena konsumen sekitar 1-3 bulan setelah pameran baru membeli. Setelah yakin, biasanya langsung melakukan pembelian,” ucapnya.

Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menjelaskan, pasar properti di Indonesia terdiri dari 10 persen kelas atas, 20 persen kelas menengah, dan 70 persen kelas menengah ke bawah.

 

Menurutnya, backlog perumahan saat ini kurang lebih 40 juta. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong suplai perumahan rakyat dari pengembang swasta.

 

“Kami akan dorong produksi perumahan, pemerintah akan bantu di pertanahan, perizinan. Kami dorong swasta bangun dengan kemudahan dan kami ciptakan pasar secara masif khususnya yang 70 persen tadi,” katanya.

Fahri mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memiliki target untuk mempercepat tercapainya swasembada papan di Indonesia. Menurutnya, sektor properti bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional setidaknya 1-1,5 persen. “Sektor ini akan terus didorong sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (tyo)

 

 
Editor : Sevtia Eka Novarita
perumahan pajak pertambahan nilai (ppn) REI DIY Pakuwon Mall Yogyakarta Perbankan Dewan Pengurus Daerah presiden prabowo subianto fahri hamzah konsumen pengembang DIY dpd pasar properti Pemeran rumah mewah Real Estate Indonesia (REI)