JOGJA – Sosok dewa Kwang Kong, menjadi junjungan bagi para jemaat Klenteng Poncowinatan, Gowongan, Jetis, Kota Jogja. Menjadi salah satu patung yang dibersihkan menjelang Tahun Baru Imlek 2576, di Klenteng Poncowinatan, Rabu (22/1).
Kwang Kong, kata Pengurus Klenteng Poncowinatan Margo Mulyo, adalah seorang jenderal perang yang sangat menjunjung tinggi kejujuran. “Dalam artian, ketika berperang dewa tersebut tidak menggunakan cara-cara licik untuk menumbangkan lawan-lawannya,” tuturnya.
Margo menyebut, sosok dewa Kwang Kong sangat selaras dengan penggambaran shio tahun ini. Yaitu ular kayu. Menurut dia, ular merupakan hewan yang licik. “Sehingga harapannya sifat jujur dari Kwang Kong bisa melawan berbagai macam bentuk kelicikan,” ungkapnya.
Kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan pada salah satu tempat ibadah tertua bagi penganut agama Buddha dan Konghucu di Kota Jogja itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi para dewa.
Kegiatan bersih-bersih patung dewa merupakan salah satu tradisi rutin yang dilaksanakan tiap tahun. Kegiatan tersebut biasanya mulai dilakukan satu pekan sebelum hari raya Imlek.
Adapun pembersihan patung atau rumpang sudah dilakukan oleh pengurus klenteng bersama jemaat sejak pagi. Cara pembersihan patung mirip dengan jamasan pusaka, yakni menggunakan kain bersih dan air rendaman bunga. Cara pembersihan pun dilakukan secara detail, dengan membasuh dan mengusap hingga lekuk-lekuk patung.
Margo menyampaikan, pembersihan patung pada imlek tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya, hanya pada makna shio atau penghitungan tahun menurut kalender Tionghoa yang dilambangkan dengan 12 binatang. “Kalau sekarang shio ular kayu, untuk tahun kemarin shio naga,” ujar Margo.
Selain membersihkan patung-patung dewa yang jumlahnya cukup banyak. Pengurus Klenteng Poncowinatan nantinya juga akan membersihkan 18 altar di tempat ibadah tersebut. Tujuannya, agar bisa memberi kenyamanan bagi umat yang akan beribadah pada klenteng yang masih satu kawasan dengan Pasar Kranggan tersebut.
Editor : Heru Pratomo