Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kwang Kong Simbol Melawan Kelicikan, Klenteng Poncowinatan Lakukan Bersih-Bersih Patung Dewa

Iwan Nurwanto • Kamis, 23 Januari 2025 | 11:40 WIB
Pengurus mencuci rupang atau patung dewa dan dewi di Kelenteng Tjen Ling Kiong, Poncowinatan, Kota Jogja, kemarin (22/1). Ritual pencucian patung dewa dan dewi serta membersihkan tempat sembahyang di
Pengurus mencuci rupang atau patung dewa dan dewi di Kelenteng Tjen Ling Kiong, Poncowinatan, Kota Jogja, kemarin (22/1). Ritual pencucian patung dewa dan dewi serta membersihkan tempat sembahyang di

JOGJA – Sosok dewa Kwang Kong,  menjadi junjungan bagi para jemaat Klenteng Poncowinatan, Gowongan, Jetis, Kota Jogja. Menjadi salah satu patung yang dibersihkan menjelang Tahun Baru Imlek 2576, di Klenteng Poncowinatan, Rabu (22/1).

 

Kwang Kong, kata Pengurus Klenteng Poncowinatan Margo Mulyo, adalah seorang jenderal perang yang sangat menjunjung tinggi kejujuran. “Dalam artian, ketika berperang dewa tersebut tidak menggunakan cara-cara licik untuk menumbangkan lawan-lawannya,” tuturnya.


Margo menyebut, sosok dewa Kwang Kong sangat selaras dengan penggambaran shio tahun ini. Yaitu ular kayu. Menurut dia, ular  merupakan hewan yang licik. “Sehingga harapannya sifat jujur dari Kwang Kong bisa melawan berbagai macam bentuk kelicikan,” ungkapnya.


Kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan pada salah satu tempat ibadah tertua bagi penganut agama Buddha dan Konghucu di Kota Jogja itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi para dewa.

 

Kegiatan bersih-bersih patung dewa merupakan salah satu tradisi rutin yang dilaksanakan tiap tahun. Kegiatan tersebut biasanya mulai dilakukan satu pekan sebelum hari raya Imlek.


Adapun pembersihan patung atau rumpang sudah dilakukan oleh pengurus klenteng bersama jemaat sejak pagi. Cara pembersihan patung mirip dengan jamasan pusaka, yakni menggunakan kain bersih dan air rendaman bunga. Cara pembersihan pun dilakukan secara detail, dengan membasuh dan mengusap hingga lekuk-lekuk patung.


Margo menyampaikan, pembersihan patung pada imlek tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya, hanya pada makna  shio atau penghitungan tahun menurut kalender Tionghoa yang dilambangkan dengan 12 binatang. “Kalau sekarang shio ular kayu, untuk tahun kemarin shio naga,” ujar Margo.


Selain membersihkan patung-patung dewa yang jumlahnya cukup banyak. Pengurus Klenteng Poncowinatan nantinya juga akan membersihkan 18 altar di tempat ibadah tersebut. Tujuannya, agar bisa memberi kenyamanan bagi umat yang akan beribadah pada klenteng yang masih satu kawasan dengan Pasar Kranggan tersebut.

 

Editor : Heru Pratomo
#pencucian #dewa #patung #Shio Ular Kayu #Imlek #Klenteng Poncowinatan #Jogja