Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemindahan Gedung DPRD DIY Ke Lapanngan Kenari Mengundang Pro dan Kontra Bagi Para Pelaku Olahraga

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 22 Januari 2025 | 23:24 WIB
Para atlet cabor panahan NPCI Kota Jogja saat latihan rutin di Lapangan Kenari, Jogja.Rizky Wahyu/Radar Jogja 
Para atlet cabor panahan NPCI Kota Jogja saat latihan rutin di Lapangan Kenari, Jogja.Rizky Wahyu/Radar Jogja 

RADAR JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY segera membangun gedung baru untuk DPRD DIY di daerah Jalan Kenari, Muja Muju, Kota Jogja.

Menurut website resmi LPSE Pemprov DIY, latar belakang pemindahan gedung DPRD DIY tersebut dikarenakan untuk melakukan penambahan ruangan dan fasikitas lainnya.

Selain itu, lokasi Gedung DPRD saat ini rencananya akan digunakan sebagai bagian dari gedung Jogja Planning Galeri yang merupakan proyek dari Pemprov DIY.

Proyek pembangunan gedung DPRD DIY yang baru itu rencananya akan dimulai pada tahun 2025 ini hingga tahun 2027 mendatang.

Di mana lokasi baru yang ada du Jalan Kenari itu luasnya sekitar lima hektar.

Pemprov DIY pun telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk pembangunan gedung DPRD DIY yang baru.

Di mana pada tahun ini targetnya lelang proyek tersebut telah selesai.

Meski keputusan untuk merelokasi gedung DPRD DIY ke Jalan Kenari, Kota Jogja itu dikatakan membawa angin segar bagi tata ruang di Kota Jogja.

Namun di balik rencana itu mengundang pro dan kontra tersendiri bagi para pelaku olahraga yang sering menggunakan Lapangan Kenari itu sebagai tempat latihan.

Menanggapi hal tersebut, Pengelola Lapangan Kenari Rahmat Sulistiyawan menjelaskannya sudah banyak aduan dari semua pengguna lapangan itu merasa keberatan dan itu hampir semua cabang olahraga (Cabor) yang menggunakan lapangan terbuka itu.

Dari aduan itu, menurutnya kenapa lapangan itu sudah jadi bagus malah dibuat gedung, sedangkan lahan untuk fasilitas olahraga masih kurang.

Rahmat mengungkapkan untuk olahraga masih ada sisa lapangan yang nantinya bisa digunakan jika gedung DPRD DIY yang baru itu sudah dibangun.

Ada tiga lapangan terbuka, karena dari lima lapangan yang ada di Kenari itu diambil dua dan masih menyisakan tiga lapangan.

"Tapi dari sisi jalan tidak terlihat karena besok akan tertutup oleh gedung. Kalau ada event besar olahraga besar jadi berkurang," ucapnya kepada Radar Jogja, Rabu (22/1) sore.

Kendati demikian, Rahmat menyatakan jika lapangan Kenari itu nanti dipakai untuk pembangunan gedung DPRD DIY baru.

Pihak Pemprov DIY sudah memberikan ganti untuk para pelaku olahraga yang sering memakai lapangan Kenari itu buat latihan.

Gantinya berada di lapangan sisi timur Jogja Expo Center (JEC).

Sementara, Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengda Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) DIY Danang Dwi Asmoro menyatakan jika dari Pengda Perpani DIY tidak mempermasalahkan terkain pembangunan gedung DPRD DIY yang baru di lapangan Kenari itu.

Karena Pengda Perpani DIY sendiri tidak pernah memakai lapangan kenari buat latihan.

Menurut Danang, memang aset daerah yang berwujud lapangan Kenari itu awalnya peruntukannya dari Pengda Perpani DIY sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 itu masih permohonan.

"Di situ berbunyi permohonannya bahwa lapangan Kenari itu khusus olahraga panahan," jelasnya.

Tetapi setelah terlaksana malah Pengda Perpani DIY tidak pernah menggunakan lapangan tersebut.

Pengda Perpani DIY malah menggunakan lapangan Kopertis dan di Kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

"Jadi kami tetap biasa aja. Karena aksesnya juga sulit," lontarnya. 

Editor : Bahana.
#dprd diy