JOGJA - Musim libur panjang Isra mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Tahun Baru Imlek 2576 diprediksi dapat meningkatkan jumlah kendaraan di Kota Jogja. Sejumlah titik pun dikhawatirkan dapat terjadi kepadatan lalu lintas.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Hary Purwanto mengatakan, pada momen libur panjang nanti diprediksi ada peningkatan kendaraan 10 persen dibandingkan hari biasa. Adapun pada hari biasa jumlah kendaraan di Kota Jogja mencapai 98 ribu. Artinya, pada libur panjang Imlek dan Isra mi'raj kemungkinan ada peningkatan 9.800 kendaraan.
Hari menyatakan, dengan meningkatnya jumlah kendaraan tentu berpotensi menyebabkan kemacetan. Dari hasil kajian Dishub, ada empat titik ruas jalan yang terjadi kepadatan lalu lintas selama masa libur panjang.
Di antaranya kawasan Malioboro, Simpang Empat Wirobrajan, Simpang Empat Demangan, dan Simpang Empat Pingit. Kepadatan lalu lintas di empat titik tersebut kemungkinan dapat terjadi selama hari libur hingga akhir pekan. Meskipun begitu, Dishub Kota kemungkinan tidak akan menerapkan rekayasa lalu lintas.
“Untuk rekayasa lalu lintas secara khusus tidak ada, namun kami siagakan personil untuk piket patroli,” ujar Hari, Rabu (22/1/2025).
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyampaikan, selama musim libur panjang Imlek dia akan berkoordinasi lintas sektor untuk menyambut wisatawan. Termasuk kemungkinan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.
Disamping itu, kata Sugeng, wisatawan juga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab menghadirkan kenyamanan, ketertiban, dan kebersihan di tempat-tempat wisata merupakan tanggung jawab semua pihak.
Pemkot juga telah berkoordinasi dengan pengelola hotel dan penginapan. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja selama masa libur panjang tersebut.
Menurut Sugeng, pihaknya juga akan gencar melakukan promosi wisata.
Terlebih kini wilayah yang dipimpinnya memiliki destinasi wisata baru Teras Malioboro Ketandan dan Teras Malioboro Beskalan. Salah satunya melalui berbagai event wisata.
“Tujuannya untuk mengenalkan kepada wisatawan, sekaligus berdampak pula kepada para pedagang,” ungkapnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin