JOGJA - Jumlah ibu hamil di Kota Jogja yang mengalami kondisi kekurangan sel darah merah atau anemia cukup banyak. Angkanya bahkan mencapai 16,92 persen. Itu sebanyak 407 kasus dari 2.406 ibu hamil yang memeriksakan hemoglobin di fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menekan kasus ibu hamil terkena anemia. Salah satunya dengan menjalankan program pemerintah pusat berupa distribusi multi micronutrient supplement (MMS).
Sebagai informasi, MMS merupakan suplemen gizi yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting. Suplemen itu memiliki khasiat untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin selama masa kehamilan.
Emma menerangkan, distribusi MMS mulai dilakukan pada Januari tahun ini. Sasarannya sebanyak 2.406 ibu hamil yang sudah terdaftar di fasilitas kesehatan. Program tersebut akan berjalan 180 hari ke depan. "Saat ini sedang berlangsung proses distribusi MMS ke 18 puskesmas di Kota Jogja,” ujar Emma Jumat (17/1/2025).
Emma menjelaskan, program distribusi MMS kepada ibu hamil juga merupakan upaya untuk mencegah berbagai risiko saat masa kehamilan. Meliputi anemia, kematian janin, sekaligus menyiapkan kelahiran bayi yang tidak tidak prematur, dan tidak lahir dalam berat badan kecil.
Dia berharap masyarakat di Kota Jogja dapat mendukung program tersebut. Upayanya dapat dilakukan dengan memastikan ibu hamil di wilayahnya sudah terdaftar dan memanfaatkan program distribusi MMS.
"Pemberian MMS ini bertujuan agar ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang memadai, sehingga bayi yang dilahirkan tumbuh sehat serta optimal,” terangnya.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Iswari Paramita menambahkan, dinkes juga rutin memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang kecukupan gizi. Sehingga bayi yang lahir di Kota Jogja bisa terbebas dari stunting.
Iswari menjelaskan, MMS merupakan salah satu suplemen yang dapat mendukung kecukupan gizi ibu selama masa kehamilan. Sebab, terdapat kandungan seperti vitamin A, C, D, B2, B3, B6, zat besi, hingga lodium yang dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
"Dengan upaya ini, harapannya dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” terangnya. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita