JOGJA - Memasuki musim penghujan, bencana talud longsor menjadi perhatian bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja. Terlebih, sepanjang tahun 2024 lalu tercatat ada 18 kejadian talud longsor dan di awal tahun ini sudah ada satu kejadian.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Darmanto mengatakan, pada musim penghujan masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai memang harus waspada. Sebab, kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi kejadian berbagai jenis bencana hidrometeorologi.
Darmanto mengungkap, khusus untuk bencana talud longsor memang cuaca ekstrim seperti hujan deras yang disertai angin kencang dapat menjadi salah satu pemicu. Oleh karena itu, dia menghimbau agar masyarakat lebih peka terhadap kondisi lingkungannya. Terlebih ketika kondisi cuaca sedang tidak baik-baik saja.
“Masyarakat harus terus memantau kondisi cuaca, dan melaporkan setiap tanda-tanda kerawanan kepada pihak berwenang untuk menghindari dampak yang lebih besar,” ujar Darmanto, Kamis (16/1/2025).
Darmanto menambahkan, bahwa pihaknya juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor. 100.3.4.4/1865 tentang menghadapi musim penghujan. Edaran yang dikeluarkan pada bulan November 2024 lalu itu berisi panduan kesiapsiagaan menghadapi potensi longsor.
Terkait dengan penanganan, dia menyatakan, BPBD Kota Jogja hanya dapat memberikan bantuan darurat berupa kebutuhan makanan dan terpal. Sementara terkait dengan upaya perbaikan merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi lintas perangkat daerah,” terangnya.
Sebagai informasi, pada tahun ini Pemkot Jogja akan membangun talud longsor dan tiga rumah terdampak di RW 01 Kelurahan Ngampilan. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPKP Kota Jogja Sigit Setiawan menyampaikan, bahwa perbaikan talud dan rumah longsor itu dilakukan setelah rangkaian survei dan koordinasi wilayah.
Dalam proses pembangunan rumah tersebut, Sigit memastikan, akan dibuat dengan jarak aman sebesar dua meter dari bibir talud. Pembangunan talud longsor di Ngampilan akan dimulai Februari 2025 mendatang.
Kemudian untuk bangunan rumah diperkirakan akhir Maret akan berkontrak. Sehingga dalam waktu pengerjaan kurang lebih empat bulan rumah tersebut bisa selesai.
“Selama pembangunan talud dilakukan, ada anggaran untuk tempat tinggal sementara bagi warga terdampak,” terang Sigit. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin