JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menginformasikan sebagian besar pedagang Teras Malioboro 2 (TM 2) telah mendapatkan lapak melakui proses undian. Dari 1.041 pedagang, tersisa tujuh pedagang yang belum melakukan pengundian.
"Enam pedagang belum melakukan kontraktual, dan satu sudah kontraktual tapi belum pengundian, kami kesulitan menghubungi mereka," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti saat konferensi pers di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (15/1).
Ia mengatakan bahwa proses relokasi pedagang TM 2 telah disosialisasikan sejak lama. Sejak awal tahun 2024 para pedagang telah diberi tahu bahwa akan diadakan perpindahan ke lokasi baru yakni Ketandan dan Beskalan.
"Kami mencatat ada 29 kali pelaksanaan sosialisasi selama 2024 yang terkahir 12 Desember," tuturnya.
Dalam sosialisasi tersebut juga diinformasikan bahwa kapasitas lokasi Ketandan sebanyak 605 lapak dan Beskalan 436 lapak. Keduanya untuk menampung 1.041 pedagang TM 2.
"Bahkan tudak hanya sosialisasi secara formal, namun juga informal karena beberapa pedagang juga aktif menanyakan," bebenya.
Sosialisasi tersebut juga berkaitan dengan tahapan kontraktual individu oedagang dengan pemerintah. Namun,m hingga 31 Desember beberapa pedagang masih belum juga mengikuti kontraktual.
Proses kontraktual dibarengi dengan proses pengundian. Otomatis para pedagang yang telah melakukan kontraktual lebih awal akan melaksanakan pengundian terlebih dahulu.
"Proses undian bisa dilakukan setelah kontraktual," jelasnya.
Dirinya menyadari dalam pelaksanaan di lapangan, ada kesalah pahaman dengan beberapa pedagang. Bahkan pengundian lapak hingga dilangsungkan selama tiga kali. Terakhir, Selasa (14/1) akhirnya sebagian besar pedagang telah mengikuti pengundian lapak.
"Tadi malam, akhirnya total 1034 pedagang dari 1041 sudah mengikuti undian semuanya," jelasnya.
Kapasitas di Ketandan sudah ditempati 602 pedagang. Kemudian di Beskalan 432 Pedagang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) DIJ Srie Nurkyatsiwi mengatakan tahapan relokasi merupakan penataan kawasan Malioboro dari aspek ekonomi. Proses tersebut dinilai bukan hal yang mendadak.
"Lokasi TM 2 lama itu rencananya digunakan sebagai Jogja Planning Galeri (JPG) sejak 2015," ujarnya.
Ia berjanji bahwa proses relokasi tidak sekadar pemindahan pedagang. Namun, pemerintah tetap akan mendampingi para pedagang agar terbentuk ekosistem perdagangan yang semakin berkembang.
"Tidak ada lagi TM 1 atau TM 2, saat ini namanya Teras Malioboro," tuturnya.
Terpisah, Ketua Paguyuban Tri Dharma Supriyati membenarkan sementara ini masih ada tujuh pedagang yang belum melakukan undian. Ia mengatakan beberapa diantaranya telah datang pagi tadi namun belum diterima. Pihaknya hingga saat ini maish melakukan inventarisasi anggotanya.
"Katanya sudah tutup dan besok mau dihubungi lagi," bebernya. (oso)
Editor : Heru Pratomo