Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

APPBI DIY Klaim Pengelolaan Sampah Mal di DIY Sudah Baku, Dikelola Vendor yang Telah Ditentukan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 15 Januari 2025 | 07:00 WIB
Pihak DLHP dan Satpol PP Purworejo saat meninjau lokasi pembuangan sampah ilegal di Desa Geparang, Purwodadi, Purworejo pada Senin (13/1).
Pihak DLHP dan Satpol PP Purworejo saat meninjau lokasi pembuangan sampah ilegal di Desa Geparang, Purwodadi, Purworejo pada Senin (13/1).

 

JOGJA - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIJ Surya Ananta menegaskan, jika sampah tersebut memang berasal dari mal, maka bukan berasal dari pusat perbelanjaan di DIJ. “Asal sampah itu kami enggak tahu. Kalau dari mal, itu bukan dari kami,” ujarnya Selasa (14/1).


Dia menjelaskan, vendor memiliki tanggung jawab penuh dalam pengambilan dan pengelolaan sampah. Setiap mal di DIJ, kata dia, memiliki vendor masing-masing yang ditunjuk untuk menangani sampah. Surya menerangkan, pengelolaan sampah di mal-mal di DIJ mengikuti prosedur yang sudah baku.

Sampah yang dihasilkan berasal dari pengunjung dan tenant di dalam mal. Sampah tersebut kemudian dipisahkan menjadi sampah basah dan sampah kering. Kedua jenis sampah ini dikumpulkan di wadah yang terpisah dan biasanya dibungkus dengan plastik.


Setelah sampah terkumpul, mal akan mengumpulkannya dari tempat sampah di dalam gedung dan memindahkannya ke tempat sampah sementara. Vendor yang bertanggung jawab akan mengambil sampah tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Biasanya, pengambilan dilakukan setiap malam, dan sampah tersebut akan dibawa keluar untuk diproses di tempat pengolahan sampah milik vendor.“Sampah dibawa keluar ini adalah sesuai dengan masing-masing vendor, mereka sudah punya tempat pengolahan sendiri,” jelas Surya.

Menurutnya, volume sampah yang dihasilkan oleh mal-mal di DIJ tidak besar, kecuali pada saat peak season seperti liburan atau hari-hari tertentu yang ramai pengunjung. Pada hari biasa, volume sampah hanya sekitar satu hingga dua mobil sampah per hari. Namun, pada saat peak season, volume sampah bisa sedikit meningkat, meskipun tetap terbatas pada periode tertentu. “Kalau pas normal itu biasanya di tempat kami itu satu-dua mobil itu selesai per hari,” kata Surya.

Editor : Heru Pratomo
#asosiasi pengelola pusat belanja indonesia #Vendor #appbi #peak season #mal #Surya #DIY #pengelolaan sampah