Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lokasi Baru Sempit dan Berdebu, Selasa Ini Batas Terakhir  Pedagang Teras Malioboro 2  Kosongkan Lapak

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 14 Januari 2025 | 15:15 WIB

 

Lokasi Baru Sempit dan Berdebu, Selasa Ini Batas Terakhir  Pedagang Teras Malioboro 2  Kosongkan Lapak
Lokasi Baru Sempit dan Berdebu, Selasa Ini Batas Terakhir  Pedagang Teras Malioboro 2  Kosongkan Lapak
 

JOGJA - Pedagang Teras Malioboro (TM) 2 diwajibkan mengosongkan lapak dari lokasi utara Gedung DPRD DIJ hingga batas waktu terakhir hari ini (14/1) pukul 24.00. Mulai kemarin (13/1) terlihat puluhan pelapak disibukkan dengan bongkaran dan packing barang.

"Disampaikan kepada Pedagang TM 2, bahwa TM 2 akan ditutup tanggal 14 Januari 2025 pukul 24.00 WIB. Selanjutnya kegiatan perdagangan dipindahkan Teras Malioboro Timur (Ketandan) dan Barat (Beskalan). Bagi pedagang yang belum kontraktual, ditunggu kontraktual maksimal Jumat 10 Januari 2025 pukul 08.00-14.30 WIB di Kantor UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya. Selanjutnya pengundian dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2025. Tertanda Kepala UPT PKCB," begitu isi tulisan dalam spanduk besar di sekitar lokasi TM 2.

Selain melalui spanduk, di toa pengumuman TM 2 seringkali diumumkan terkait batas waktu penutupan TM 2. Dari sana pedagang banyak memulai bongkar lapaknya. Selain agar sewaktu-waktu siap, mereka juga tidak mau berurusan dengan petugas keamanan apabila melebihi batas waktu.

Agenda boyongan para pedagang secara detail memang belum diumumkan Pemkot Jogja. Namun para pedagang banyak mendapatkan informasi kemungkinan dilakukan pekan ini. Proses perpindahan juga belum sepenuhnya siap. Beberapa pedagang mengaku lokasi baru masih belum selesai sepenuhnya.

"Terlebih apabila ditempati untuk berdagang, kondisi di lokasi baru masih tergolong berdebu," ujar salah seorang pedagang baju batik yang enggan disebutkan namanya.

Sambil membongkar lapak, ia mengeluhkan lokasi baru TM 2 saat ini masih sepi. Bahkan aktivitas proyek masih berjalan walaupun hanya tahap penyelesaian. Para pedagang juga sudah diperbolehkan beraktivitas di lokasi baru itu. Namun karena pengunjung belum ada, ia memilih menunggu sampai waktunya tepat. "Itu dipel dulu bareng-bareng biar tidak berdebu," jelasnya.

Ia mengaku telah melakukan melakukan survei di lokasi lapak yang akan ditempati. Ia mendapat undian di kokasi Ketandan lantai satu. Namun, menurutnya, lapak yang diberikan masih tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Terutama ukuran lapak yang relatif kecil.

Selain itu, adanya meja jualan yang diberikan dari pemerintah dirasa mempersempit jatah lapak yang ada. "Nanti yang jualan ditaruh mana. Mepet-mepet juga dengan lapak lainnya," keluhnya.

Para pedagang Teras Malioboro (TM) 2 melakukan pemindahan barang.
Para pedagang Teras Malioboro (TM) 2 melakukan pemindahan barang.

Di tengah aktivitas bongkaran, terlihat beberapa pedagang juga masih berjualan, khususnya lapak yang berada di bagian depan sekitar pintu masuk. Menurutnya, banyak pedagang yang akan mulai bongkar tadi malam.

Ia juga membandingkan ukuran dengan lapak yang didapat di TM 2 saat ini, sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun bedanya di lokasi baru terdapat meja jualan dari pemerintah yang dinilai cukup mengganggu.

Dengan kondisi seperti itu, ia hanya bisa pasrah terkait situasi penjualan di Ketandan ke depannya. "Sebenarnya pesimistis jualan di sana. Namun mau gimana lagi, sumber penghasilan pokok cuma dagang, bismillah lah," katanya.

Harapannya pemerintah bisa menggelar semacam acara yang mengundang masyarakat. Hal itu agar masyarakat tahu bahwa TM 2 telah pindah di lokasi lain sekaligus untuk promosi.

Dari pantauan Radar Jogja, lokasi TM 2 di Ketandan secara kontruksi bangunan telah selesai lebih dari 90 persen. Beberapa pengunjung juga mendatangi lokasi itu untuk sekadar melihat-lihat, walaupun hanya segelintir. Para pekerja proyek masih lalu-lalang. Ada yang bersih-bersih dan beberapa merampungkan finishing bagian kecil bangunan.

Lokasi Ketandan sendiri berada di belakang toko Ramayana Malioboro. Akses pintu masuk pengunjung berada di sebelah selatan Ramayana, persis pinggir Jalan Malioboro. Namun untuk menuju lokasi lapak, pengunjung harus berjalan melalui lorong sekitar 50 meter.

Lokasi lapak terbagi menjadi dua, sisi utara dan selatan. Di sisi utara terdapat dua lantai.  Lantai satu untuk lapak kuliner, sedangkan sisi selatan lantai satu dan dua digunakan untuk lapak pedagang.

Beberapa pedagang sudah terlihat beraktivitas di lantai satu. Kebanyakan mereka sedang menata lapak yang dihuninya. Kemudian di lantai dua, baru satu pedagang yang terlihat sibuk menata dagangannya.

Dilihat sekilas, apa yang dikeluhkan pedagang ada benarnya. Sebab di lantai satu maupun dua, jarak antara meja lapak sangat berdekatan. Otomatis aktivitas pedagang sangat terbatas. Terlebih meja dengan luas sekitar 1 meteran itu memenuhi area lapak yang hanya 120 cm x 100 cm.

Di sisi lain, kondisi lantai di lokasi Ketandan juga masih terlihat berdebu. Batas antarlapak juga belum terlihat. Hanya ada deretan meja jualan yang letaknya berdempetan. Di meja itu terdapat angka untuk penomoran lapak. Di lantai satu, angka terakhir di meja paling pojok tertulis 219. Artinya kapasitas lantai satu ada 219 lapak, sisanya di lantai dua.

 Baca Juga: PSIM Jogja Ladeni Persibo di Mandala Krida, Awali Perjuangan Delapan besar Liga 2 2024-2025, Ini Jadwalnya

 

Proses relokasi PKL Malioboro masih menuai polemik. Itu tampak dari masih adanya sebagian pedagang yang menolak melakukan undian lapak di TM 2. Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto pun turut berkomentar perihal permasalahan ini.

Sugeng mengatakan, proses pengundian lapak di TM2 sudah dilakukan secara terbuka dan transparan. Baik  lapak yang berlokasi di Beskalan maupun Ketandan. Bahkan menurutnya, dari total 1.041 pedagang, 698 di antaranya sudah setuju dan ikut pengundian lapak. Sisanya belum memberikan kepastian atau masih menolak.

Terkait masih adanya penolakan, Sugeng mengaku pihaknya sudah berupaya aktif untuk merangkul para pedagang. Bahkan pemkot pun siap menunggu hingga persoalan yang dihadapi para pedagang selesai dan mau menempati lapak yang sudah disiapkan. "Kalau gaduh terus, ya tidak selesai-selesai,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi kemarin (13/1).

Sugeng memastikan, proses pengundian yang dilakukan pemkot juga sudah dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Artinya tidak ada unsur kecurangan seperti yang dituduhkan sebagian pedagang. Lantaran yang akan menempati lapak di Beskalan maupun Ketandan adalah 1.041 pedagang yang sebelumnya sudah didata.

Oleh karena itu, Sugeng berharap polemik yang dihadapi pedagang dalam proses relokasi ke TM 2 bisa segera selesai. Sehingga para pedagang bisa segera melakukan aktivitas untuk berdagang di tempat yang baru.

Perihal pasca relokasi, nantinya jika ada masalah Sugeng mengatakan hal itu bisa didiskusikan secara lebih lanjut ketika para pedagang sudah menempati lapak. Terpenting saat ini, target relokasi bisa selesai pada hari ini (14/1).

"Untuk relokasi ke Teras kami terus upayakan persuasif dan tidak akan ninggal siapa pun, tapi ya segera. Semua diberikan hak yang sama," tegas Sugeng. (oso/inu/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#teras malioboro #TM 2 #Lokasi Baru #DPRD DIJ #pemkot #Batik #ketandan #pedagang #pemprov #UPT #Beskalan