Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahan Baku MBG Dipastikan Aman, Pemprov DIJ Tunjuk Dua Dinas Pantau di Lapangan

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 14 Januari 2025 | 03:21 WIB

 

 

 

SIAP DIBAGIKAN: Petugas mendistribusikan makanan saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Sinduadi Timur, Kapanewon Mlati, Sleman, Senin (13/1).
SIAP DIBAGIKAN: Petugas mendistribusikan makanan saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Sinduadi Timur, Kapanewon Mlati, Sleman, Senin (13/1).

 

 

JOGJA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai dilaksanakan, di 18 titik di Kabupaten Sleman, Senin  (12/1). Dua dinas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY ditunjuk sebagai lembaga yang membantu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penyelenggaraan program MBG. “Yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) dan Badan Perencanaan Pembangunan RIset dan Inovasi Daerah (Bapperida)," ujar Sekretaris Provinsi (Sekporv) DIY Beny Suharsono, di Kompleks Kepatihan.

Tugas Bapperida DIY adalah kaitannya dengan perencanaan program tersebut. Sedangkan Dindikpora bertugas pada penyiapan data siswa penerima program. Keduanya telah dipersiapkan apabil dalam penyelenggaraan SPPG membutuhkan bantuan dari daerah."Nanti melebar ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dan lainnya untuk pengadaan bahan baku dari daerah," tuturnya.

Selain itu, Pemprov DIY juga bekerjasama dengan Bulog untuk pemenuhan bahan baku tersebut. Ia memastikan bahwa bahan baku beras di Bulog tersedia sangat cukup untuk program MBG di DIJ."Sayur kita punya lumbung Mataraman, tinggal koordinasinya seperti apa," bebernya.

Ia menyadari bahwa akan ada banyak komentar terkait penerapan program MBG. Hal itu dimaklumi karena itu merupakan program baru. Pemprov lebih fokus pada keterbukaan dan penyelesaian apabila terdapat kritikan maupun usulan."Program ini akan terus bergerak, dan informasinya diperbarui secara berkala," jelasnya.

 

Meski telah dimulai di beberapa titik, program ini belum dapat dilaksanakan secara serentak di lima kabupaten/kota di DIY. Kendala utama yang dihadapi diantaranya pada aspek teknis, mengingat program ini tergolong baru.“Secara teknis, belum semua hal tersinkronisasi. Karena ini program baru, maka butuh dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak,” jelasnya.

Pemprov DIY terus melakukan koordinasi dengan SPPG untuk memastikan program berjalan sesuai target. Informasi terkait pelaksanaan akan terus diupdate seiring dengan perkembangan di lapangan."Penyesuaian-penyesuaian di lapangan pasti terjadi, saya yakin program ini bisa jalan," tegasnya (oso/din).

 

 

Editor : Din Miftahudin
#Pemprov DIY #Makan Bergizi Gratis atau MBG #dindikpora