JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja terus menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Adapun untuk tahun ini ditarget bisa mencapai 30 persen.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki mengatakan, hingga Januari 2025 jumlah masyarakat yang sudah melakukan aktivasi IKD mencapai 17.309.
Atau 5,39 persen dari total penduduk Kota Jogja pemilik KTP yang jumlahnya mencapai 320.968 jiwa.
Dia menyebut, capaian pada awal tahun 2025 itu naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebab selama tahun 2024 jumlah masyarakat yang sudah melakukan aktivasi IKD mencapai 5,29 persen.
Meskipun hingga awal tahun ini persentase IKD masih cukup rendah, Septi optimistis selama tahun 2025 ini pihaknya mampu mencapai target aktivasi IKD sebesar 30 persen.
Diakuinya, memang ada kendala berupa masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan aktivasi.
Kemudian juga kurangnya ketertiban dalam administrasi kependudukan.
Di samping itu, sebagian masyarakat juga terkendala perihal kepemilikan smartphone.
Sehingga kurang mendukung untuk menginstal aplikasi IKD.
Di sisi lain, sampai sekarang juga semua lembaga layanan publik mau menerima IKD sebagai syarat administrasi.
“Sampai saat ini juga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat aktivasi IKD,” ujar Septi, Jumat (10/1/2025).
Untuk mencapai target 30 persen aktivasi IKD, Septi mengaku akan melakukan berbagai upaya.
Misalnya dengan mengoptimalkan layanan kependudukan baik di kantor Disdukcapil maupun di loket Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jogja.
Kemudian, pihaknya juga akan terus mengintensifkan jemput bola aktivasi IKD.
Upayanya dilakukan dengan kerjasama dengan kemantren maupun kelurahan.
"Serta mengoptimalkan peran kader Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) dan mengoptimalkan tokoh masyarakat," jelasnya.
"Masyarakat juga tak perlu khawatir akan keamanan aplikasi ini karena keamanan data IKD telah terjamin,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Novita Mawar Sharon mendorong agar pemkot lebih mengoptimalkan pelayanan publik di bidang kependudukan.
Baca Juga: Festival Mawayang Kembali Digelar di Balai Budaya Minomartani, Tampilkan 17 Dalang Lintas Generasi
Salah satunya dengan penyediaan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di seluruh kelurahan.
Sharon mengatakan, kehadiran mesin ADM cukup penting bagi masyarakat Kota Jogja.
Sebab kehadiran mesin ADM akan memudahkan masyarakat untuk dapat mencetak dokumen publik seperti akta kelahiran, akta kematian, serta kartu keluarga (KK).
“Kehadiran ADM cukup memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin