JOGJA – Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk subsidi bunga untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Baca Juga: Buka Gerai Baru di Galeria Mall, PACC Siap Beri Pelayanan Maksimal Untuk Konsumen
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY Juli Kestijanti menyampaikan, pada 2024, total penyaluran KUR di DIY mencapai Rp 5,08 triliun yang telah diterima oleh 94.422 debitur. Kabupaten Sleman dan Bantul mencatatkan angka penyaluran KUR terbanyak. “Sejalan dengan jumlah UMKM yang terbanyak di dua daerah tersebut,” katanya, Kamis (9/1/2025).
Dia membeberkan, pada 2024, penyaluran KUR di Kabupaten Sleman mencapai Rp 1,6 triliun yang disalurkan kepada 26.268 debitur. Sementara di Kabupaten Bantul sebesar Rp 1,38 triliun untuk 25.348 debitur.
Dari sisi sektor, sektor Perdagangan Besar dan Eceran mendominasi penyaluran KUR di DIY pada 2024. Jumlah penyaluran mencapai Rp 1,93 triliun atau 37,99 persen dari total penyaluran KUR di DIY. “Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menyusul dengan penyaluran sebesar Rp 1,12 triliun atau 22,16 persen,” ujar Juli.
Sementara itu, penyaluran UMi pada 2024 tercatat sebesar Rp 61,71 miliar untuk 14.229 debitur. Kabupaten Bantul menjadi daerah dengan penyaluran UMi terbesar, yakni Rp20,37 miliar yang diberikan kepada 4.540 debitur."Realisasi penyaluran UMi di DIY pada 2024 tercatat sebesar Rp 61,71 miliar, meningkat sebesar 30,07 persen dibandingkan dengan tahun 2023," tambah Juli.
Baca Juga: Dukung Program MBG, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Rp 67,13 Miliar: 13 Kabupaten/Kota Jadi Pilot
Dia mengatakan, Kanwil DJPb DIY terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM di DIY sebagai pilar utama perekonomian negara. Berbagai program telah diluncurkan untuk membantu UMKM. “Mulai dari pembinaan operasional, pelatihan teknis, pemanfaatan marketplace, hingga pendampingan dalam pembuatan laporan keuangan,” ucap Juli. (tyo)
Editor : Din Miftahudin