Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Resmi Ditetapkan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo Mengaku Sudah Intens Diskusi Soal Penanganan Masalah Sampah dengan Pemkot Jogja

Iwan Nurwanto • Kamis, 9 Januari 2025 | 21:42 WIB
Hasto-Wawan saat menyampaikan keterangan pasca resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih oleh KPU Kota Jogja, Kamis (9/1/2025).  (iwan nurwanto/radar jogja)
Hasto-Wawan saat menyampaikan keterangan pasca resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih oleh KPU Kota Jogja, Kamis (9/1/2025). (iwan nurwanto/radar jogja)

JOGJA - Pasangan calon (paslon) Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja pada Kamis (9/1/2025). 

Meski belum resmi dilantik, paslon yang diusung oleh PDI Perjuangan itu mengaku sudah menyiapkan berbagai program.

Calon wali kota terpilih Hasto Wardoyo mengatakan, sebagai calon kepala daerah dirinya memiliki komitmen untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Kota Jogja. 

Salah satunya masalah sampah, yang selama ini menjadi salah satu persoalan yang paling dikeluhkan oleh masyarakat.

Walaupun belum resmi dilantik, Hasto mengaku, dirinya sudah cukup intens berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. 

Itu dilakukan, agar pada masa transisi jabatan kepala daerah nanti dirinya bisa langsung tancap gas menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

“Sebagian program saya sudah saya sampaikan kepada teman-teman di Pemkot Jogja," ujar Hasto, Kamis (9/1/2025).

Mantan Bupati Kulon Progo itu menyatakan, telah memiliki program pengelolaan sampah dengan langsung menjemputnya dari rumah warga. 

Artinya, nanti masyarakat tidak perlu lagi repot-repot untuk membuang sampah ke depo. 

Kebijakan itu menurutnya juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi pembuangan sampah liar.

Dalam menjalankan program tersebut, Hasto juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat. 

Misalnya melalui perekrutan tenaga pengangkut sampah atau transporter dari masyarakat sekitar. 

Lalu juga menjalin kerjasama dengan swasta untuk mengolah sampah yang tidak mampu terkelola di TPS3R.

Di satu sisi, kata dia, dengan mengangkut langsung sampah dari rumah-rumah warga juga akan meminimalisasi antrean dan pembuangan sampah dari luar Kota Jogja. 

Sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih karena tumpukan sampah pada depo-depo dapat diminimalisasi. 

“Tumpukan sampah memiliki dampak buruk, apalagi banyak depo di Kota Jogja yang berlokasi di sekitar pemukiman dan fasilitas publik,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#darurat sampah #Wali Kota Hasto #persoalan sampah #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo #pengelolaan sampah