JOGJA - Pedagang Teras Malioboro (TM) 2 berbondong-bondong mulai menilik lapak di lokasi baru Ketandan. Pertengahan bulan Januari nanti, para pedagang ditargetkan sudah boyongan ke dua lokasi, Ketandan dan Beskalan.
"Pertengahan Januari yang sana (utara Gedung DPRD DIY) sudah close," ungkap Kepala DiskopUKM DIY Srie Nurkyatsiwi saat ditemui awak media di lokasi Ketandan Selasa (7/1/2025).
Sistem pengundian dilakukan bagi pedagang yang sudah melalui proses kontrak. Sambil berjalan, proses kontrak juga akan dilakukan koreksi secara bertahap terkait kelengkapan dokumen dan pendukung lain. "Semuanya harus transparan dan akuntabel. Begitu kontrak awal, otomatis pedagang mengikuti undian awal," tuturnya.
Ia tidak begitu menghiraukan bagi pedagang yang tidak mau mengurus kontrak. Karena hal itu merupakan hak setiap pedagang. Total sebanyak 605 pedagang akan menempati lokasi Ketandan. "Mau bergabung atau tidak, itu hak mereka," tandasnya.
Ia mencatat dua lokasi baru yakni Ketandan dan Beskalan dipersiapkan untuk 1.041 kuota pedagang. Pembagiannya 605 pedagang di Ketandan dan 436 sisanya menempati Beskalan. Artinya, lokasi Ketandan lebih besar kuotanya dibandingkan Beskalan. "Proses sudah sejak beberapa waktu laku, mulai undian hingga loading pedagang tidak bisa sehari atau dua hari," jelasnya.
Kunjungan dilakukan tepat di hari Selasa Wage menurut penanggalan Jawa. Hal itu sengaja dilakukan sekaligus untuk bersih-bersih di lokasi baru yang akan ditempati pedagang. "Kalau orang Jawa slup-slupan sambil kulanuwun, tapi belum beraktivitas," bebernya.
Agenda itu dikemas dengan atraksi-atraksi kebudayaan yang cukup meriah. Mulai jathilan, tari-tarian hingga barongsai ikut meramaikan agenda itu. Konsep itu tak terlepas dari dikaitkannya Teras Malioboro dengan agenda kebudayaan, perekonomian hingga pariwisata. "Banyak atraksi otomatis dari segi pariwisata akan banyak orang melihat," katanya.
Dari segi fasilitas umum, di Ketandan secara kesuluruhan telah siap. Mulai musala, toilet hingga amphiteater sudah dibangun. Hal itu untuk mendukung ekosistem aktivitas pengunjung ke depan.
"Kalau ada kekerungan sambil jalan kami diskusikan. Yang menempati lebih paham, kami terima masukan tapi yang konstruktif," tegasnya.
Salah seorang pedagang Aris Sulistyo mengaku bersyukur bisa ikut pindah dan ditempatkan di Ketandan. Sebelumnya, para pedagang hanya mendompleng di emperan toko sepanjang Jalan Malioboro.
Namun setelah diberi tempat dan dilakukan penataan, legalitas mereka ikut terjamin. "Dulu PKL sekarang jadi UMKM. Istilahnya kami diangkat derjatanya," ujarnya.
Ia menilai gedung yang akan ditempati megah dengan fasilitas lengkap. Harapannya, di lokasi baru dagangan lebih laris dan pedagang bisa sejahtera. "Terkonsep dan semua merata, sama. Tidak ada yang bikin (lapak) sendiri," kata penjual baju ini.
Menurut informasi yang ia dapat, hari terakhir boyongan pedagang dilakukan hari Minggu (12/1/2025). Beberapa kelompok yang akan diboyong di Ketandan, di antaranya, Koperasi Mandiri Arta Jaya, Kelompok Lesehan, Kelompok Titik Nol, dan Lembayung. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita