JOGJA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) DIY menyebut penjualan properti di sepanjang tahun 2024 mengalami penurunan. Ada penurunan sekitar 10 persen dibandingkan dengan 2023.“Berdasarkan data yang ada, penurunan penjualan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Ketua DPD REI DIY Ilham Muhammad Nur, Selasa (7/1/2025).
Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut adalah adanya tahun politik. Dia menilai, dampak dari tahun politik ini tidak hanya dirasakan oleh sektor properti, tetapi juga oleh berbagai sektor lainnya.“Namun melihat antusiasme masyarakat, kami tetap berharap bahwa penjualan properti akan membaik pada tahun 2025,” katanya.
Ilham juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi industri properti ke depan, yaitu masalah perizinan. Dia menjelaskan, perizinan merupakan faktor penting dalam proses penyerapan pasar properti.
Proses perizinan, kata dia, menjadi sangat krusial karena setiap kali membuka proyek baru harus mengurus izin dari awal. “Karena itu, untuk mempercepat penjualan, proses perizinan harus lebih cepat dan lebih efisien,” tuturnya.
Baca Juga: Warga Mengaku Lihat Macan Tutul di Persawahan Gunungkidul, BKSDA Meragukan Ciri Khas Macan
Meski menghadapi tantangan, Ilham tetap optimistis bahwa pasar properti di DIY akan menunjukkan perbaikan pada 2025. Hal ini didorong oleh antusiasme yang baik dari masyarakat, baik untuk investasi maupun hunian.
Menurutnya di tahun 2025, baik untuk investasi maupun hunian, pasar properti di DIY akan bergerak maju. Dia menyebut, DIY memiliki pasar yang bersifat nasional, di mana banyak masyarakat luar DIY yang berinvestasi di sini. ”Selain masyarakat DIY itu sendiri yang juga aktif berinvestasi properti,” ucapnya.
Ilham menambahkan, DPD REI DIY juga mendukung program pemerintah untuk membangun tiga juta rumah. Pada 2025, target pembangunan rumah mencapai 4.000 unit, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir mencapai angka yang sama. "Pada 2024, kami targetkan sekitar 4.000 unit di wilayah Sleman dan Bantul," jelasnya.
Dia memprediksi, tren penjualan properti pada tahun 2025 akan didominasi oleh pasar tempat tinggal dan investasi. Menurutnya, pasar properti DIY masih bersifat nasional, di mana mereka yang memiliki dana lebih banyak akan berinvestasi di DIY. “Selain juga masyarakat lokal yang mencari tempat tinggal atau investasi,” jelasnya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin