Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pedagang TM 2 Berbondong-bondong Kunjungi Lokasi Ketandan, Pertengahan Januari Lokasi Lama Ditutup

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 7 Januari 2025 | 20:58 WIB
Pedagang Teras Malioboro 2 (TM 2) berbondong-bondong mulai menilik lapak di lokasi baru Ketandan, Selasa 7 Januari 2025.
Pedagang Teras Malioboro 2 (TM 2) berbondong-bondong mulai menilik lapak di lokasi baru Ketandan, Selasa 7 Januari 2025.

JOGJA - Pedagang Teras Malioboro 2 (TM 2) berbondong-bondong mulai melihat lapak di lokasi baru Ketandan. Pertengahan bulan Januari para pedagang ditargetkan sudah mulai boyongan ke dua lokasi Ketandan dan Beskalan. 

"Pertengahan Januari yang sana (Utara Gedung DPRD DIY) sudah close," ujar Kepala DiskopUKM DIJ Srie Nurkyatsiwi saat ditemui awak media di lokasi Ketandan, Selasa (7/1/2025). 

Sistem pengundian dilakukan bagi pedagang yang sudah melalui proses kontrak. Sambil berjalan, proses kontrak juga akan dilakukan koreksi secara bertahap terkait kelengkapan dokumen dan pendukung lainnya. 

"Semuanya harus transparan dan akuntabel. Begitu kontrak awal, otomatis dia (pedagang) mengikuti undian awal," tuturnya. 

Ia tidak begitu menghiraukan bagi pedagang yang tidak mau mengurus kontrak. Karena hal itu merupakan hak setiap pedagang. Total sebanyak 605 pedagang akan menempati lokasi Ketandan. 

"Mau bergabung atau tidak itu hak mereka," tandasnya. 

Ia mencatat dua lokasi baru yakni Ketandan dan Beskalan dipersiapkan untuk 1041 kuota pedagang. Pembagiannya 605 pedagang di Ketandan dan 436 sisanya menempati Beskalan. Artinya, lokasi Ketandan lebih besar kuotanya dibandingkan dengan Beskalan. 

"Proses sudah sejak beberapa waktu laku, mulai undian hingga loading pedagang tidak bisa sehari atau dua hari," jelasnya. 

Kunjungan dilakukan tepat di hari Selasa Wage menurut penanggalan Jawa. Hal itu sengaja dilakukan sekaligus untuk bersih-bersih di lokasi baru yang akan ditempati pedagang. 

"Kalau orang Jawa clup-clup an sambil kulanuwun, tapi belum beraktifitas," bebernya. 

Agenda tersebut dikemas dengan atraksi-atraksi kebudayaan yang cukup meriah. Mulai dari jathilan, tari-tarian hingga barongsai ikut meramaikan agenda tersebut. Konspe tersebut tak terlepas dari dikaitkannya Teras Malioboro dengan agenda kebudayaan, perekonomian hingga pariwisata. 

"Banyak atraksi otomatis dari segi pariwisata akan banyak orang melihat," katanya. 

Dari segi fasilitas umum, di Ketandan secara kesuluruhan telah siap. Mulai dari mushala, toilet hingga amphiteater sudah dibangun. Hal itu untuk mendukung ekosistem aktivitas pengunjung ke depannya. 

"Kalau ada kekerungan sambil jalan kami diskusikan. Yang menempati lebih paham, kami terima masukan tapi yang konstruktif," tegasnya. 

Salah seorang pedagang, Aris Sulistyo mengatakan dirinya bersyukur bisa ikut pindah dan ditempatkan di Ketandan. Sebelumnya, para pedagang hanya mendompleng di emperan toko sepanjang Jalan Malioboro. Namun, setelah diberi tempat dan dilakukan penataan, legalitas mereka ikut terjamin. 

"Dulu PKL sekarang jadi UMKM, istilahnya kami diangkat derjatanya," ujarnya. 

Ia menilaingedung yang akan ditempati mehah dengan fasikitas yang lengkap. Harapannya, di lokasi baru dagangan lebih laris dan pedagang bisa sejahtera. 

"Terkonsep dan semua merata, sama. Tidak ada yang bikin (lapak) sendiri," kata penjual baju tersebut. 

Menurut informasi yang ia dapat, hari terakhir boyongan pedagang dilakukan hari Minggu, (12/1). Beberapa kelompoknyang akan diboyong di Ketandan diantaranya Koperasi Mandiri Arta Jaya, kelompok Lesehan, Kelompok Titik Nol dan Lembayung. (oso) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #TM 2 #Teras Malioboro (TM) 2 #ketandan