Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Talent Pool Bukan untuk Nulungi Kanca-Kanca, Gagal Ikut Lelang, Tiga Kabid atau Kabag Lolos ke Eselon Dua

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 4 Januari 2025 | 14:00 WIB

 

 

Pengukuhan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Kepala Sekolah di Lingkungan Pemprov DIY
Pengukuhan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Kepala Sekolah di Lingkungan Pemprov DIY

RADAR JOGJA - Promosi pejabat eselon tiga ke eselon dua di lingkungan Pemprov DIY bakal terus memakai pola talent pool. Dengan mekanisme talenta itu, pemprov tidak perlu lagi menggelar lelang jabatan secara terbuka. “Talent pool ini mengurangi biaya. Informasinya juga terbuka. Transparan dan tidak ada subjektivitas karena tanpa wawancara,” ujar Sekprov DIY Beny Suharsono usai pelantikan pejabat struktural dan kepala sekolah di Bangsal Kepatihan, Jumat (3/1/2025).

Meski demikian, Beny tak mempersoalkan munculnya berbagai pendapat terkait pelaksanaan talent pool yang mengemuka di media. Termasuk pandangan Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD DIY Arif Setiadi yang mengkhawatirkan pola talent pool rawan menimbulkan NKK, nulung kanca-kanca.

 “Silakan saja, kami menghargai. Yang jelas kami memulai hal yang baik,” kata birokrat yang tinggal di Tamanmartani, Kalasan, Sleman, ini.

Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) DIY ini memastikan proses talent pool tidak bisa tiba-tiba. Semua berbasis data yang kuat. Bahkan proses pengangkatannya harus melalui rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sekarang di bawah Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami di sana harus paparan. Kenapa ini kok tidak itu. Tidak bisa berdalih untuk nulungi kanca. Kae sedulurku. Ora isa (Itu saudara saya.Tidak bisa, Red),” kilah Beny.

Dikatakan, manajemen talenta pada pelantikan kali ini merupakan kali kedua. Kali pertama saat pelantikan pada Kamis 12 Desember 2024.  Kala itu ada enam pejabat eselon dua yang dilantik. Salah satunya, Kepala Bagian (Kabag) Rekayasa Perekonomian Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setprov DIY Eling Priswanto.

 Dia dipromosikan sebagai kepala biro perekonomian dan SDA tanpa melalui mekanisme lelang.  Eling pernah ikut lelang jabatan pada akhir 2023 silam. Dia lolos hingga tiga besar sebagai calon kepala biro umum humas dan protokol (UHP). Namun tak berhasil. Peserta yang akhirnya dilantik sebagai kepala biro UHP adalah Teguh Suhada. Sebelumnya Teguh menjabat sekretaris badan kepegawaian daerah (BKD).

Pengalaman Eling yang pernah gagal saat mengikuti lelang jabatan juga dialami Faishol Muslim, Rosdiana Puji Lestari, dan Lilik Andi Aryanto. Saat pelantikan kemarin, ketiganya promosi dari eselon tiga ke eselon dua.

Faishol menjadi kepala biro kesejahteraan rakyat. Kemudian Rosdiana sebagai kepala biro pengadaan barang dan jasa. Sebuah lembaga baru. Sedangkan Lilik naik menjadi kepala badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol).

Jabatan Faishol semula kepala bidang (Kabid) standarisasi dan penjaminan mutu Badan Diklat DIY. Sama seperti Eling saat lelang pada akhir 2023, Faishol  lolos tiga besar sebagai kandidat kepala badan diklat. Namun akhirnya terpental. Faishol kalah dengan Kabid Pengelola Kas Daerah BPKA DIY Christina Erni Widyastui. Sekarang yang menjadi kepala badan diklat.

Sedangkan Rosdiana sebelum promosi menduduki jabatan Kabid Cipta Karya Dinas PUPESDM DIY. Tiga tahun lalu pada 2022, dia pernah melamar sebagai kepala biro pengembangan infrastruktur dan pembiayaan pembangunan (PIWPP). Langkahnya terhenti karena yang terpilih sebagai kepala biro PIWPP Yudi Ismono. Dia sebelumnya sekretaris Inspektorat DIY.

Cerita pernah gagal ikut lelang jabatan juga dialami Lilik. Posisi eselon tiga yang diemban terakhi Kabag Tata Laksana Biro Organisasi Setprov DIY. Lilik pernah menduduki sejumlah jabatan. Antara lain, Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP, dan Kabid Penanganan Darurat Bencana BPBD DIY.

Promosi jabatan dari eselon II/b ke eselon II/a juga terjadi pada Kepala Biro Tata Pemerintahan KPH Yudanegara dan Kepala Biro PIWPP Yudi Ismono. Seperti berita Radar Jogja pada Kamis (1/1), Yudanegara naik jabatan menjadi kepala dinas pemberdayaan masyarakat, kalurahan, kependudukan dan pencatatan sipil. Sedangkan Yudi sebagai sekretaris DPRD DIY.

Yudi menggantikan Imam Pratanadi yang digeser sebagai kepala dinas pariwisata. Pergeseran juga dialami Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Danang Setyadi. Dalam pelantikan itu, Danang menjadi kepala biro tata pemerintahan menggantikan Yudanegara.

Meski telah mempromosikan dan menggeser tujuh pejabat, masih ada beberapa jabatan kepala OPD yang kosong. Di antaranya kepala Satpol PP, kepala dinas perhubungan, kepala biro PIWPP, dan asisten pemerintahan.

Kepala Satpol PP yang kosong sejak November 2023 atau 15 bulan lalu, akan segera diiisi. Jago yang dielus-elus sudah siap. Hanya saja, calon tersebut harus sudah mengikuti diklat penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Syarat administrasi lainnya pernah diklatpim tiga dan menduduki golongan kepangkatan IV/b. Selanjutnya, diadakan pendalaman lewat asesmen.

 Sekprov tak ingin syarat administrasi itu dilompati. Harus dipenuhi. Begitu pula untuk mengisi jabatan-jabatan lainnya. Dengan talent pool, Beny ingin dalam waktu tidak terlalu lama bisa segera diadakan pelantikan. “Bulan depan bisa saja dilantik karena sesungguhnya kandidatnya sudah ada,” lanjutnya.

Ditambahkan, lewat manajemen talenta, karir zig-zag pejabat eselon tiga tidak terlalu lama. Ada persyaratan yang mengharuskan dua kali rotasi jabatan. Butuh waktu empat tahun. Pengalaman itu seperti pernah dialami Beny.

Dia mengalami tujuh kali jabatan eselon empat. Dari sekretaris Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, Jogja, 1990,  hingga Kasubag TU Pimpinan Biro UHP Setprov DIY pada 2009. Sedangkan eselon III tiga kali rotasi jabatan. Kabag Otonomi Biro Tapem, 2010,  Kabid Perencanaan Bappeda serta Kabid Perencanaan dan Statistik Bappeda pada 2013.

Menimba pengalaman baru juga perlu dialami. Itu dilakukan Beny saat menunjuk Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti sebagai Plt kepala Badan Kesabangpol DIY. Sebagai kepala dinas PUPESDM, Ana lebih banyak berkecimpung dengan pengadaan barang dan jasa. Latar belakang disiplin ilmunya teknik arsitektur. “Jadi Plt kepala badan kesbangpol mungkin orang berpikir tidak ada nalarnya. Kami berpikir sebaliknya agar ada keseimbangan belajar ilmu sosial,” terangnya.

 

Ternyata Anna senang dengan tugas baru itu.  Kepada Beny, alumni Fakultas Teknik UAJY ini mengaku bisa mengetahui ilmu lainnya. Sekaligus melatih kedewasaan. “Kedewasaan menghadapi panjenengan semua, para wartawan,” tutur Beny kali ini dengan tertawa lepas. (oso/kus/laz)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#terbuka #Beny Suharsono #Pemprov DIY #sekprov diy #lelang jabatan #talent pool #komisi aparatur sipil negara #kasn #dprd diy #POLA #DIY #pemprov #Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan(Baperjakat) #Eselon Dua #Eselon tiga #badan kepegawaian negara (bkn) #pelantikan #Promosi Pejabat