JOGJA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) DIJ menargetkan pertengahan Januari proses relokasi pedagang Teras Malioboro (TM) 2 dimulai. Bangunan tempat relokasi hampir selesai dikerjakan dengan konsep bangunan indische dan Tionghoa.
Dua lokasi yang akan ditempati para pedagang TM 2 berada di Ketandan dan Beskalan. Keduanya berada tidak jauh dari Jalan Malioboro. Namun, lokasi tersebut memang berada lebih menjorok ke dalam jika dibandingkan dengan lokasi TM 2 saat ini, ataupun TM 1.
Dari pantauan Radar Jogja, lokasi Ketandan berada di belakang toko Ramayana Jalan Malioboro. Para pekerja terlihat masih sangat sibuk untuk mengejar target penyelesaian. Secara sekilas, bangunan tersebut memang telah sekitar 90 persen berdiri. Ornamen dan item pendukung lain juga sudah terpasang.
Kepala DiskopUKM DIJ Srie Nurkyatsiwi tidak menampik bahwa proses pembangunan di lokasi Beskalan belum sepenuhnya selesai. Menurutnya, lantai ketiga gedung tersebut masih proses penggarapan. Namun, untuk lantai 1 dan 2 yang nantinya akan ditempati pedagang sudah selesai.
"Proses bangunnya ada keterlambatan sedikit namun yang mau ditempati sudah oke, tinggal pembersihan," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (3/1).
Ia menyampaikan luasan lapak yang akan ditempati pedagang ukurannya sama. Hanya saja beberapa pedagang seperti kuliner dan sebagainya, teknisnya masih bisa menyesuaikan."(Teknisnya) sama persis dengan Teras Malioboro 1 dulu," tuturnya.
Dalam proses pengundian lapak para pedagang, secara teknis dilakukan oleh Pemerintah Kota Jogja. Pengundian tersebut dilakukan dengan para pedagang tang telah sepakat pada kebijakan relokasi Pemprov DIJ. "Terkait (tanggapan) undian tersebut itu versi masing-masing. Tapi sampai saat ini, kami belum ada komplain dan intinya anggota sudah siap," bebernya.
Ia optimis proses relokasi pedagang bisa dilakukan mulai pertengahan Bulan Januari. Pihaknya telah menyiapkan dua tempat yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang. Dengan begitu, ia berharap 1.041 pedagang sudah bisa dipindahkan.
Namun data pastinya masih menunggu dari Pemkot Jogja. "Pemindahan dilakukan Januari di antara minggu pertama atau kedua. Kami punya target pokoknya awal Januari sudah mulai pindah," tegasnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo