JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ menemukan beberapa penyebab kemacetan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepadatan kendaraan terutama terjadi di jalan Jogja-Solo.
"Ruas jalan yang padat terutama di pintu timur Prambanan, Sleman utara yakni Tempel, Sleman," ujar Kepala Bidang Pengedalian dan Operasional Dishub DIJ Sumariyoto saat dikonfirmasi, Jumat (3/1).
Ia mencatat penyebab kemacetan disinyalir karena beberapa faktor. Salah satunya terkait banyaknya kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya, khususnya di toko oleh-oleh. Beberapa toko oleh-oleh mempunyai lahan parkir yang terbatas. Bahkan tidak mempunyai lahan.
"Kasus tersebut banyak terjadi di ruas jalan Jogja-Solo. Di sepanjang jalan tersebut banyak terdapat toko oleh-oleh yang kebanyakan dikunjungi wisatawan saat Nataru," tuturnya.
Mengantisipasi itu, Dishub DIJ selalu melakukan patroli untuk memastikan kelancaran lalu lintas di jalan. Apabila mendapati kasus semacam itu, petugas lantas menegur pemilik kendaraan atau pengelola toko agar segera memindahkan kendaraannya di lokasi yang tidak menganggu arus lalin. "Paling padat kendaraannya memang di jalan Jogja-Solo," bebernya.
Faktor selanjutnya yakni kendaraan yang berputar balik melewati U Turn. Kendaraan tersebut otomatis menganggu laju kendaraan lainnya dan menyebabkan perlambatan hingga kemacetan.
Padahal, pihak kepolisian telah menutup beberapa U Turn saat Nataru. "Tapi ada oknum masyarakat yang nekat membukanya," tegasnya.
Contohnya di traffic light Proliman, Kalasan yang juga telah ditutup oleh kepolisian dan hanya dibuka untuk arah timur dan barat. Tujuannya agar tidak ada crossing kendaraan di lokasi tersebut.
Ia juga menyoroti kepadatan kendaraan saat Nataru di objek wisata Parangtritis, Bantul. Bahkan di lokasi tersebut sempat terhadi antrian kendaraan sepanjang 500 meter. Namun, kemacetan terjadi di waktu-waktu tertentu.
"Wisatawan banyak berkunjung antara pagi atau sore untuk melihat sunset," terangnya.
Sebagai tambahan informasi, Dishub DIJ mencatat terdapat sebanyak 9,5 juta pergerakan orang muali dari 23 Desember hingga 1 Januari. Detailnya yakni 4.8 juta orang masuk dan 4,7 juta keluar. "Jadi ada selisih sekitar 100 ribuan. Itu disinyalir masih tertinggal di DIJ sehingga lalu lintas hari ini masih terlihat padat," jelasnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo