JOGJA - Meningkatnya volume kendaraan selama masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) di Kota Jogja menambah polusi udara di Kota Jogja. Meskipun demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja memprediksi tingkat pencemarannya masih dalam kategori aman.
Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Sutomo mengatakan, secara data pihaknya memang belum dapat memberikan secara rinci perihal tingkat pencemaran udara selama masa libur panjang. Lantaran sensor pemantau kualitas udara sedang dalam perawatan sejak pertengahan Desember.
Kendati begitu, aktivitas transportasi memang cukup berkontribusi terhadap naiknya polusi udara di Kota Jogja. Terlebih pada titik-titik yang menjadi pusat keramaian kendaraan selama masa libur Nataru tahun ini. "Sumber pencemaran biasanya dari transportasi," ujar Sutomo saat dikonfirmasi, Kamis (2/1).
Sebagai informasi, Nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) memiliki rentang 0-100. Pada tahun 2023 Kota Jogja memiliki nilai IKU sebesar 84,95 yang termasuk dalam kategori baik.
Adapun penyumbang polusi udara biasanya merupakan PM2,5 atau partikel udara yang berukuran 2,5 mikrometer atau kurang. Partikel itu berasal dari berbagai sumber seperti asap dari kebakaran, asap dari pemanas kayu, knalpot mobil dan truk, emisi dari industri, debu hasil aktivitas pertanian dan rumah tangga.“Secara umum untuk kualitas udara di masa libur panjang ini masih cukup baik,” beber Sutomo.
Perihal titik rawan kepadatan kendaraan selama masa libur Nataru, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengungkap, ada 20 titik. Jumlahnya terbagi dalam 11 titik rawan macet dan 9 titik rawan macet yang terjadi pada masa itu.
Arif membeberkan, untuk titik rawan macet pada masa musim libur Natal meliputi kawasan Malioboro dan kawasan Sentul. Kemudian Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Abubakar Ali (depan Gereja Kotabaru), Jalan Wahidin Sudirohusodo (depan Gereja Sawokembar), dan Jalan Bhayangkara (depan Gereja GBI).
Lalu juga Jalan Bantul (depan Gereja Pugeran), kemudian Jalan AM Sangaji (depan Gereja Jetis), Jalan Melati Wetan (depan Gereja Baciro), Jalan Hayam Wuruk (depan Gereja Pantekosta), serta Jalan Tamansiswa (depan Gereja Kristen).
Sementara untuk titik rawan macet pada masa libur tahun baru, meliputi Malioboro, Tugu, dan kawasan Kridosono. Untuk ruas jalan meliputi Jalan Magelang, Jalan Kleringan, Jalan Hayam Wuruk sampai Jalan Gajah Mada, serta Jalan Dr Soetomo.
"Kemudian untuk simpang, kemungkinan yang mengalami penumpukan kendaraan berada Titik Nol Km (Alun-Alun Utara), serta simpang empat Demangan (Jalan Laksda Adi Sucipto),” ungkap Arif. (inu/laz)
Editor : Din Miftahudin