JOGJA – Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY mencatat jumlah belanja APBN bidang pendidikan di DIY pada 2024 mencapai Rp 2,11 Triliun dari pagu Rp 2,7 Triliun. Anggaran tersebut terealisasi melalui sejumlah kementerian/lembaga. Yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi Tinggi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PUPR, dan PNRI.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY Juli Kestijanti mengatakan, jumlah capaian tersebut antara lain untuk merealisasikan bantuan kepada 1.592 orang mahasiswa PTKI Penerima KIP Kuliah, lalu 30.791 siswa penerima BOS, dan BOPTN sebanyak empat lembaga.Selanjutnya, ada program dukungan dana dekonsentrasi/tugas perbantuan pada bidang pendidikan. “Berupa pelatihan peningkatan produktivitas untuk 75 orang dan peserta sentra keolahragaan yang memperoleh fasilitas pembinaan dan pengembangan sejumlah 22 orang,” kata Juli, Rabu (1/1).
Program-program pembentukan SDM berkualitas juga disokong oleh realisasi di bidang kesehatan. Alokasi untuk bidang kesehatan di DIJ sebesar Rp 1,81 Triliun pada 2024, terealisasi Rp 1,33 Triliun yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, BPOM, dan BKKBN. “Capaian ini antara lain untuk mendukung pembangunan gedung pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pelatihan bidang kesehatan,” terangnya.
Juli menegaskan, alokasi belanja kementerian/lembaga di tahun 2024 di DIY turut berkontribusi untuk mendukung empat pilar transformasi ekonomi dalam mendukung visi Indonesia Maju. Hal tersebut, terdiri atas pengendalian inflasi, penurunan prevalensi stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan peningkatan investasi.
Pengendalian inflasi difokuskan untuk kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan komunikasi yang efektif. Melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi, pembangunan jalan nasional, pemberian bantuan ternak, sarana pengembangan kawasan pertanian hingga publikasi laporan statistik harga.“APBN terbukti berperan penting dalam mencetak SDM yang unggul. Terutama di DIY yang menyandang predikat sebagai Kota Pelajar,” tegas Juli.
Kepala Kanwil DJPb DIY Agung Yulianta mengungkapkan, alokasi belanja negara di DIY pada 2025 mencapai Rp 21,3 Triliun. Alokasi belanja negara sebesar Rp 21,3 Triliun itu terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp11,01 Triliun dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 10,29 Triliun.
Menurutnya, APBN telah terbukti efektif sebagai instrumen kebijakan yang melindungi masyarakat dari berbagai risiko global. APBN bekerja sangat keras dan efektif dalam melindungi rakyat dan ekonomi di tengah guncangan global yang bertubi-tubi. “Mulai dari pandemi Covid-19, gejolak harga pangan dan energi, disrupsi rantai pasok, melonjaknya inflasi dan suku bunga global, serta peningkatan tensi geopolitik," ucapnya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin