Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah DP Rp 2 Juta Tak Bisa Check In, Belasan Wisatawan Kena Tipu Booking Penginapan di DIY

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 2 Januari 2025 | 02:12 WIB

Ilustrasi foto hotel dan kawasan Tugu Jogja dalam persiapan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) sebagai salah satu acara yang banyak menarik minat para wisatawan luar DIY.
Ilustrasi foto hotel dan kawasan Tugu Jogja dalam persiapan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) sebagai salah satu acara yang banyak menarik minat para wisatawan luar DIY.




JOGJA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ menerima 12 laporan dugaan penipuan yang mengatasnamakan penginapan. Hal itu terjadi selama kurun waktu libur Natal dan tahun baru (Nataru). "Modus penipuan biasanya dilakukan dengan mewarkan vila atau penginapan melalui platform online," ujar Ketua PHRI DIJ  Deddy Pranowo Eryono saat dikonfirmasi, Rabu (1/1).

Di medsos beredar video wisatawan yang sudah mendatangi penginapan di kawasan Ring Road Utara Jogja tapi gagal check in. Lantaran belum terdata melakukan pemesanan. Meski wisatawan mengaku sudah melakukan pemesanan via online.

Baca Juga: Seto Siapkan Irfan Mofu dan Ousmane Maiket sebagai Pengganti Rafinha saat Dijamu Tuan Rumah Persekat Tegal

Pelaku penipuan tersebut seringkali menggunakan sosial media dengan mengatasnamakan hunian di sekitar Malioboro. Kronologinya, wisatawan tersebut melihat tawaran hunian di sosial media. Lalu menjalin komunikasi melalui WhatsApp. "Dia minta biaya DP (down payment), sudah ditransfer laku dihubungi lagi tidak bisa," tuturnya.

Beberapa wisatawan juga sempat menghubungi pihak pemilik atau pengurus hunian yang dimaksud. Namun, pihak hunian mengatakan tidak ada reservasi masuk. Artinya itu sebuah penipuan, tambahnya. "Villa atau hunian itu belum menjadi anggota PHRI DIJ," tegasnya.

Petugas PHRI DIJ juga sempat mengecek di lapangan. Penipuan ada yang mengatasnamakan homestay, tetapi ketika di cek ternyata merupakan sebuah indekos. Wisatawan yang tertipu bahkan telah transfer uang hingga Rp 2 juta untuk booking. "Jumlahnya yang masuk di PHRI DIJ ada 12 kasus," bebernya.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol dan Stimulus Dana dari Pemerintah Pusat Dinilai Dongkrak Sektor Perekonomian Yogyakarta

Ia juga menjelaskan, para penipu menawarkan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan tarif seharusnya. Para wisatawan pun tergiur karena mereka terpengaruh pada informasi hotel di Jogjakarta sudah penuh. Padahal kenyataannya beberapa masih kosong.

Adanya kasus tersebut, ia mengimbau kepada para wisatawan yang akan reservasi di penginapan untuk menggunakan platform yang terpercaya. Apabila tidak penuh, disarankan malah reservasi secara langsung. "Reservasi langsung di hotel yang bersangkutan, bukan melalui makelar," tegasnya. (oso/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Check in #whatsapp #dp 0 rupiah 780 unit #DIJ #Medsos #dugaan penipuan #Platform Online #reservasi #Deddy Pranowo Eryono #phri #Wisatawan