JOGJA - Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi DIY di tahun 2025 terus menguat.
Dengan proyeksi pertumbuhan di angka 5 hingga 5,1 persen, berbagai pembangunan strategis seperti proyek jalan tol Jogjakarta diyakini menjadi motor penggerak utama.
“Jalan tol tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas."
"Terutama di sektor pariwisata dan pendidikan yang menjadi andalan DIY,” kata analis ekonomi Widarta, SE pada Rabu (1/1/2025).
Pembangunan tersebut juga berdampak pada wilayah perbatasan seperti Jogja bagian barat, yang berbatasan langsung dengan Purworejo, Jawa Tengah.
Akses jalan yang lebih baik membuat wilayah pedesaan mulai merasakan manfaat ekonomi.
"Baik manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata maupun perdagangan,” ujarnya.
Di sisi lain, kebijakan nasional seperti penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen sempat menjadi perhatian.
Namun, revisi kebijakan memastikan bahwa hanya kelompok tertentu yang terdampak.
“Dampaknya tidak terlalu signifikan ke masyarakat umum, apalagi pemerintah sudah menyiapkan stimulus untuk menjaga daya beli,” ucap ekonom Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).
Tak hanya faktor lokal dan nasional, ekonomi DIY juga dipengaruhi kondisi global.
Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat menjadi salah satu variabel yang memengaruhi perekonomian dunia.
Meski begitu, pengaruhnya terhadap DIY diprediksi tidak terlalu besar.
“Kalau proyek-proyek infrastruktur bisa selesai sesuai jadwal, saya optimistis pertumbuhan ekonomi DIY bisa tembus hingga 6 persen,” ungkapnya.
Dengan potensi besar di sektor pariwisata, pendidikan, dan konektivitas yang terus membaik, dia optimistis DIY tetap menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil di Indonesia. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin