BANTUL - Perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia dihadapkan pada tantangan besar terkait kebijakan pendidikan yang terus berubah antarrezim. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terlantik Prof Achmad Nurmandi.
Baca Juga: Mazola Junior di PSS Sleman hingga Akhir Musim, Terkait dengan Tambahan Pemain, Suporter Diminta Bersabar
"PTS harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan yang terus berubah. Pimpinan perguruan tinggi harus melakukan penyesuaian internal terhadap perubahan-perubahan tersebut," kata Achmad Nurmandi dalam orasi pelantikannya sebagai Rektor UMY menggantikan Prof Gunawan di Ballrom Student Dormitory (Lt.UG, Gedung UMY Student Dormitory), Senin (30/12).
Nurmandi menekankan pentingnya penyesuaian terus-menerus dalam menghadapi dinamika kebijakan tersebut. Perguruan tinggi harus tetap fleksibel dan adaptif untuk menjaga kualitas pendidikan di tengah ketidakpastian kebijakan yang ada."Salah satu tantangan terbesar adalah dinamika kebijakan yang sering berubah-ubah antara satu rezim ke rezim lainnya," ucapnya.
Baca Juga: Mister Grand Tourism Jogja Dukung Pengembangan Esports Tourism di Indonesia
Meski banyak prediksi mengenai kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi ke depan, ketidakpastian tetap menjadi isu yang harus dihadapi."Saya sudah memprediksi hal ini sejak 25 tahun yang lalu, dan saya rasa tantangan itu akan terus ada," ungkapnya.
Kemudian Nurmandi menyoroti perbedaan posisi PTS di Indonesia dibanding dengan negara-negara seperti Korea dan Taiwan. Sebab, perguruan tinggi swasta menjadi mitra penting pemerintah."Di Indonesia, situasinya berbeda. PTS harus lebih proaktif dalam membangun jejaring dengan industri, pemerintah, Muhammadiyah, dan organisasi lainnya," jelasnya.
Baca Juga: Perolehan Pajak Restoran 2024 di Kulon Progo Melebihi Target, DPRD Tekankan Perolehan Pajak Perlu Dikaji Sasar Wajib Pajak Lebih Luas
Selain itu, Nurmandi menekankan pentingnya jejaring internasional untuk memastikan keberlanjutan perkembangan UMY. Dia mengajak semua pihak, termasuk anggota DPR dan DPD, agar bekerja sama dalam mewujudkan kebijakan yang mendukung pendidikan tinggi berkualitas."UMY harus menjadi etalase bagi perguruan tinggi Muhammadiyah di Asia, memberdayakan semua pihak untuk maju bersama menuju pendidikan tinggi yang berkualitas," terangnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan terima kasih ke Gunawan karena sukses menyelesaikan amanat dari PP Muhammadiyah sebagai Rektor UMY selama dua periode.
Kemudian sebagai sosok yang pernah menjabat di Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Achmad Nurmandi diharapkan Haedar Nashir akan melanjutkan tradisi baik UMY. “Khususnya dalam membangun jaringan dengan PTMA lain," kata Haedar. (gun/din)
Editor : Din Miftahudin