BANTUL - Kesibukan sebagai Rektor Universitas Alma Ata Jogjakarta tak membuat Prof. Hamam Hadi melupakan kewajibannya sebagai anak.
Sosoknya yang tenang menyimpan cerita penuh bakti pada orang tua.
“Ibu saya tinggal di Majenang, Cilacap."
"Saya selalu usahakan pulang dua minggu sekali,” kata Hamam pada Kamis (26/12/2024).
Bahkan, jika ada panggilan mendadak dari sang ibu, dia tak ragu untuk meninggalkan kesibukannya demi pulang.
Peraih Global Achievement Award (GAA) dari Universitas Johns Hopkins, Maryland, Amerika Serikat 2016 itu menceritakan bahwa hal pertama yang diakukan setiap kali tiba di rumah adalah sungkem kepada ibu.
“Saya ingin ibu tahu saya datang."
"Saya hibur beliau, meski hanya sebentar,” ucapnya.
Melihat senyum emak adalah kebahagiaan tak tergantikan.
Sebagai anak kelima dari sembilan bersaudara, Hamam terbiasa hidup di keluarga besar.
“Dulu saya di tengah-tengah."
"Kadang jadi penengah kalau ada masalah, tapi alhamdulillah keluarga kami rukun,” terangnya.
Baca Juga: Tips Transaksi Lancar selama Libur Natal 2024 dengan Layanan BRI
Profesor ahli gizi tersebut mengaku, sosok bunda merupakan sumber kekuatan dan inspirasi.
Meski kondisi fisik terbatas, ingatan ibunya masih tajam.
"Itu yang membuat saya selalu ingin pulang."
"Ibu masih hafal nama-nama kami semua, masih semangat menyapa meski dari tempat tidur,” ucapnya dengan nada penuh syukur.
Bagi pria kelahiran Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 30 Agustus 1962 menyebut, ibu adalah alasan di balik setiap langkahnya.
“Ibu adalah doa yang selalu saya bawa."
"Sebagai anak, saya hanya ingin memastikan beliau bahagia,” ucapnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin