JOGJA - PT Bank KB Syariah resmi memindahkan Kantor Cabang Yogyakarta ke Jalan Cik Di Tiro No.15, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (23/12). Pemindahan sengaja dilakukan untuk lebih mendekatkan layanan fisik kepada nasabah khususnya warga Muhammadiyah.
"Relokasi KB Bank syariah Yogyakarta sendiri pada awalnya merupakan usulan dari ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nasir," ujar Direktur Utama KB Bank Syariah, Kyu Jang dalam acara peresmian kantor baru KB Bank Syariah Yogyakarta.
Semula, kantor cabang berada di Jalan Mt Haryono No 7. Namun, agar lebih dekat dengan nasabah salah satunya Kantor PP Muhammadiyah maka dilakukan pemindahan agar proses pelayanan perbankan lebih efektif. Branding juga bisa dilakukan lebih cepat karena lokasi yang strategis.
Nasabah dari KB Bank Syariah Yogyakarta tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, namun menyeluruh. Fasilitas seperti ruang rapat sengaja diadakan untuk bisa diakses oleh para nasabah yang ingin melakukan rapat di kantor baru itu. Jarak dari kantor baru ke kantor PP Muhammadiyah lternyata hanya 100-150 meter saja. “Relatif dekat," tegasnya.
Harapannya, tidak hanya kantor saja yang letaknya dekat. Namun, relasi antara Muhammadiyah dengan pihak bank juga bisa terjalin erat. Belum genap tiga bulan, Kyu Jang menjabat sebagai Direktur Utama. Ia memulai dengan melakukan banyak kunjungan ke kantor cabang di seluruh Indonesia. "Terutama kami mengunjungi rumah sakit dan perguruan tinggi muhammadiyah. Alasannya untuk mendengar cerita dari nasabah agar mengerti layanan yang mereka inginkan," jelasnya.
Ketua Majelis Tarjid dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar menambahkan bahwa lokasi baru Kantor Cabang KB Bank Syariah Yogyakarta berada di lokasi yang strategis. Institusi layanan publik mengelilingi kantor baru tersebut. Di sebelah Utara terdapat RS Bethesda, Sellatan ada RS YAP dan tentunya dekat dengan dua universitas ternama yakni UGM dan UNY. "Saya kira kedekatan ini, tidak hanya kedekatan fisik. Tapi juga membentuk satu produk kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua pihak," ujarnya.
Sebagian warga Muhammadiyah telah menjadi mitra bank. Menurutnya beberapa tipe nasabah ada yang tidak mau kredit dan hanya untuk menabung. Namun merupakan salah satu upaya untuk memperluas mangsa pasar ekonomi syariat. (vis/oso/din)
Editor : Din Miftahudin