Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Umat Kristiani Rayakan Natal, Romo Danar: Hadapi Tantangan dengan Penuh Semangat Persaudaraan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 25 Desember 2024 | 03:02 WIB
Umat Katolik mengikuti perayaan Ekaristi Misa Malam Natal di Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran, Kota Jogja, kemarin (24/12).
Umat Katolik mengikuti perayaan Ekaristi Misa Malam Natal di Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran, Kota Jogja, kemarin (24/12).

 

JOGJA - Umat Kristiani di seluruh dunia hari ini merayakan Natal. Perayaan Natal Nasional 2024 mengambil tema "Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”. Tema ini diambil dari kisah para gembala dalam Injil Lukas di Alkitab.

Para gembala dengan sigap berangkat menuju Betlehem setelah mendengar kabar dari malaikat tentang kelahiran Sang Juruselamat. Kisah ini mengandung makna mendalam yang mengajak umat merenungkan nilai-nilai iman, pengharapan, dan solidaritas.

Dalam Injil Lukas, disebutkan para gembala adalah lambang kesederhanaan dan ketulusan hati. Mereka yang sering dipandang rendah oleh masyarakat justru menjadi saksi pertama kelahiran Yesus Kristus.

Respons para gembala yang cepat dan antusias menggambarkan sikap iman yang ideal. Yakni terbuka, tanggap, dan siap untuk bertindak sesuai panggilan Tuhan.

Pastor Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran Romo Benedictus Danarto Agung Wibowo mengatakan, pesan Natal itu mengajak umat untuk meneladani semangat para gembala. Sikap mereka menjadi inspirasi bagi umat Kristiani untuk berani melangkah mendekati Sang Juruselamat. Baik melalui doa maupun melalui pelayanan kepada sesama.

Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran
Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran

"Khususnya mereka yang lemah, miskin, dan terpinggirkan,” katanya Selasa (24/12).

Romo Danar menyebut, pesan Natal ini juga memberikan refleksi atas situasi sosial yang ada di masyarakat. Isu intoleransi, kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan perpecahan masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan semangat persaudaraan.

“Perayaan Natal ini mengingatkan kita akan panggilan untuk menjadi pembawa damai dan harapan di tengah dunia yang penuh tantangan,” ujarnya.

Tema Natal tahun ini juga tidak lepas dari pesan kuat kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September lalu. Saat memimpin misa akbar di Gelora Bung Karno, Paus menyerukan ajakan untuk mengabarkan sukacita. Hal itu dimaknai sebagai upaya mengajak masyarakat untuk bergeser dari situasi penuh ketakutan dan bahaya ke situasi yang penuh kasih.

"Kita diajak untuk bersama-sama mewartakan kasih ke banyak orang. Solidaritas kasih yang semakin luas juga untuk saudara-saudara yang berbeda keyakinan, juga keprihatinan bersama terhadap persoalan kemanusiaan,” ucap Romo Danar.

Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran Bernardus Dwi Antono mengungkapkan, panitia yang terlibat dalam persiapan acara Natal kali ini berjumlah 44 orang. Jumlah umat di paroki ini diperkirakan sekitar tiga ribu orang. Untuk perayaan Misa Malam Natal, panitia menyiapkan sekitar lima ribu kursi untuk umat.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak umat dari paroki lain ikut misa di sini. Juga yang lagi mudik, seperti dari Jakarta, Sumatera, dan Banjarmasin. Sehingga jumlah umat akan lebih banyak," ujarnya. (tyo/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Para #Romo #katolik #kristen #Injil Lukas #gembala #Natal #Juru selamat #Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem #yesus kristus #santo yusup #Kristiani #Gereja Katolik #Persaudaraan #Bintaran #Alkitab