Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada ISPA dan TBC! Lonjakan Wisatawan saat Libur Nataru Jadi Perhatian Dinkes Jogja: Begini Langkah Antisipasi Demi Liburan Aman

Iwan Nurwanto • Selasa, 24 Desember 2024 | 22:03 WIB

 

Ilustrasi wisatawan di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja.
Ilustrasi wisatawan di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja.

JOGJA - Meningkatnya jumlah wisatawan di Kota Jogja pada momentum libur panjang Nataru menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan (Dinkes).

Utamanya soal pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular.

Sebab, dengan masifnya pergerakan manusia tidak menutup kemungkinan beberapa jenis penyakit dapat mudah menular.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, ada dua penyakit yang menjadi perhatian pihaknya selama masa libur panjang ini. Yakni Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Tuberkulosis (TBC).

"Kami sangat mewaspadai penyakit yang mudah menular. Seperti ISPA, TBC," ujar Endang saat dikonfirmasi, Selasa (24/12/2024).

Endang membeberkan, hingga bulan November temuan ISPA juga cukup banyak.

Pasien didominasi kategori usia 9 hingga kurang dari 60 tahun sebanyak 44.053 jiwa, kemudian disusul balita dengan jumlah 10.202 jiwa, lalu pasien anak (5-9 tahun) dengan jumlah 9.758 jiwa, serta pasien usia lebih dari 60 tahun dengan jumlah 1.489 tahun.

Sementara untuk TBC, data dari Dinkes Kota Jogja hingga tanggal 21 November 2024 lalu tercatat ada 1.234 temuan kasus.

Jumlah itu hampir mendekati catatan hingga akhir tahun 2023 dengan temuan 1.690 kasus.

ISPA maupun TBC menjadi atensi Dinkes Kota Jogja karena dapat menular melalui udara.

Sehingga perlu upaya pencegahan dengan menggunakan masker atau menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.

Selain itu, Endang mengaku, pihaknya juga cukup mewaspadai potensi penyebaran penyakit yang dapat meningkat karena kondisi musim penghujan.

Misalnya yang ditularkan oleh bakteri atau hewan seperti nyamuk dan tikus.

“Mengingat masih dalam kondisi musim penghujan. Kami juga mewaspadai adanya penyebaran penyakit DBD, leptospirosis, serta diare,” imbuh Endang.

Secara terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Jogja Ariyudi Yunita memastikan, pihaknya siap menghadapi lonjakan kasus kedaruratan masa libur nataru.

Untuk beberapa kategori pelayanan gawat darurat, rawat inap dan pelayanan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan farmasi juga akan siaga 24 jam.

Dia juga menyatakan, RSUD Kota Jogja juga telah melakukan langkah antisipatif terhadap kasus traumatik atau kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, juga menyiapkan langkah penanganan untuk kasus kegawatdaruratan lainnya seperti dampak dari bencana cuaca ekstrim atau pola makan yang kurang baik selama libur nataru.

“Layanan operatif yang bersifat segera seperti operasi SC juga dipersiapkan selama libur nataru,” ungkap Yunita belum lama ini. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pencegahan #kasus kedaruratan #ispa #Libur NATARU #tbc #penyakit menular #Dinkes Kota Jogja #RSUD Kota Jogja