JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai potensi bencana pada masa libur Natal dan tahun baru. Ini karena ada aktivitas badai tropis yang meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, saat ini wilayah DIY memang telah memasuki musim hujan. Namun dari pemantauan ada aktivitas tropical depression atau badai tropis di laut Cina Selatan di sisi utara Pulau Kalimantan.
Juga terjadi sirkulasi sirkulasi siklonik 98S di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa. Kondisi itu membentuk wilayah pertemuan angin (konvergensi) di sebagian besar wilayah Jawa, serta Bali hingga Nusa Tenggara.Suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa juga menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air. “Sehingga dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan,” terang Warjono, Senin (23/12).
Berbagai kondisi itu juga meningkatkan potensi cuaca ekstrem pada beberapa wilayah di DIY. Sehingga berpotensi menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. “Kami menghimbau masyarakat dan instansi terkait senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode Natal dan tahun baru,” pesan Warjono.
Potensi bencana juga mengancam sejumlah wilayah. Seperti di kabupaten Sleman meliputi Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Sleman, Seyegan, Minggir, Moyudan, Godean, Mlati, Ngaglik, Ngemplak, Depok, Berbah, Kalasan, dan Prambanan. Kemudian juga seluruh wilayah di Kota Jogja.
Sejumlah wilayah di kabupaten Bantul seperti Pajangan, Bantul, Jetis, Imogiri, Banguntapan, Pleret, Piyungan, Sewon, Kasihan, dan Sedayu juga memiliki potensi ancaman yang sama. Termasuk di Kulonprogo meliputi Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap). Serta kabupaten Gunungkidul meliputi Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, Patuk, Karangmojo, Ponjong, dan Playen.“Kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode natal dan tahun baru 2024-2025,” pesan Warjono.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran menghadapi musim penghujan. SE tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman selama musim penghujan.
SE berlaku selama puncak musim hujan yang diperkirakan dari Desember 2024 sampai Februari 2025. Sebagai bentuk mitigasi cuaca ekstrim yang dapat mengakibatkan hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan banjir.
Menghadapi cuaca ekstrem ini warga diimbau meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dengan mendeteksi setiap potensi kerawanan di sekitar wilayahnya. (inu/din)
Editor : Din Miftahudin