JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja kembali mendukung upaya pelestarian upacara adat dan tradisi di Kota Jogja. Adapun yang didukung kali ini adalah upacara adat Merti Kali Buntung di wilayah Kelurahan Karangwaru, Tegalrejo.
Merti Kali Buntung dipusatkan di Omah Sinau Masyarakat (Oomsimas) Komunitas Karangwaru Riverside. Kegiatan diawali dengan kirab gunungan yang dibuat dari hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa. Kemudian ditutup dengan pelepasan burung dara sekaligus melarung air suci dan hasil bumi ke Kali Buntung.
Ketua Panitia Merti Kali Buntung Lukita mengatakan, merti kali merupakan bentuk wujud syukur atas karunia yang sudah diberikan Tuhan kepada masyarakat Karangwaru. Baik itu rezeki yang berlimpah maupun aliran air dari Kali Buntung yang tidak pernah surut.
Menurutnya, kegiatan Merti Kali Buntung juga dilaksanakan sebagai pengingat agar masyarakat terus menjaga kelestarian sungai. Sehingga ekosistem yang ada di sungai itu bisa hidup berdampingan dan memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.
Ia membeberkan, Kali Buntung mengaliri lima kampung di Kelurahan Karangwaru. Meliputi Kampung Karangwaru Lor, Karangwaru Kidul, Blunyahrejo, Bangirejo, dan Ketinggen. Dulu masyarakat di lima kampung itu bergotong royong untuk membersihkan Kali Buntung.
"Melalui Merti Kali Buntung sebagai pengingat bahwa dulu masyarakat pernah bergotong royong untuk membersihkan sungai. Sekaligus menjadi bentuk wujud syukur dan memohon doa agar Kali Buntung tetap lestari," ujar Lukita di sela kegiatan.
Baca Juga: Jelang Perayaan Natal, Tujuh Organisasi Pemuda Lintas Agama Bertemu dan Sampaikan Pesan Perdamaian
Sementara itu, Kabid Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Disbud Kota Jogja Retno Yuliani menegaskan, pihaknya terus mendukung pelestarian upacara adat di Kota Jogja. Sebab upacara adat merupakan salah bentuk tradisi masyarakat yang harus terus dipertahankan.
Ia menilai, Merti Kali Buntung merupakan salah satu upaya dari masyarakat Karangwaru untuk menjaga kelestarian sungai. Sekaligus bentuk nguri-nguri budaya agar tradisi turun temurun masyarakat tidak hilang digerus kemajuan zaman.
Dia memastikan, Disbud Kota Jogja akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian upacara adat yang selama ini sudah ada di masyarakat Kota Jogja. Sehingga kemudian upacara adat bisa terus dinikmati dan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap budayanya sendiri. (inu/laz)
Editor : Din Miftahudin