RADAR JOGJA - Hotel dan penginapan menjadi salah satu industri yang punya kontribusi besar jelang momentum libur Natal dan tahun baru (Nataru) mendatang. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, pihaknya mencanangkan target yang lebih tinggi pada Nataru tahun ini dibanding 2023 lalu.
"Tahun lalu target okupansi PHRI 85 persen, untuk sekarang ini 95 persen," katanya kepada Radar Jogja, Sabtu (21/12). Optimisme itu bukan tanpa sebab dari data yang ada. Deddy merinci jumlah reservasi yang masuk ke hotel anggota PHRI memang cukup tinggi, dibanding tahun lalu.
"Dilihat dari reservasi, dari 24 Desember sampai 1 Januari tinggi. Puncaknya mungkin dekat Natal sampai tanggal 30 Desember," bebernya.
Baca Juga: Jaga Nataru, Pastikan Kesiapan Polres Kebumen Cek Kesiapan Personel dan Sarpras
Dari pola yang ada, Deddy berujar masih cukup banyak tamu yang tidak melakukan reservasi online dan lebih memilih melakukan pemesanan secara langsung ke hotel. "Hotel sendiri sudah terbiasa dengan pola itu. Jadi pada dasarnya kita juga siap dengan fenomena itu. Kami juga berpesan pada wisatawan, idealnya H-1 minimal sudah harus reservasi, agar tidak ada kepadatan atau penumpukan," imbaunya.
Lebih lanjut okupansi yang tinggi dari para wisatawan tersebut juga diperlukan mitigasi terhadap banyak kemungkinan. Salah satu masalah yang cukup dikhawatirkan Deddy adalah soal parkir.
Ia menilai, parkir hotel jadi perhatian besar PHRI, apalagi bagi hotel-hotel yang memiliki lahan parkir terbatas. "Jelas kami punya kekhawatiran itu. Kita imbau anggota untuk menyiapkan lahan parkir, salah satunya mereka sewa dari lokasi sekitarnya," ungkapnya.
Baca Juga: Okupansi Hotel dan Penginapan Momentum Libur Nataru Ditargetkan 95 Persen, PHRI DIY Pastikan Kesiapan Hospitality dan Parkir
Dari rapat koordinasi yang dilakukan dengan anggota PHRI, Deddy menambahkan anggota PHRI yang dinilai rawan soal lahan parkir, sudah menyetorkan area lahan yang mau disewa. "Jangan sampai bikin kemacetan atau parkir di bahu jalan. Kami sudah diskusi dan buat surat edaran juga pada anggota PHRI," tambahnya.
Nantinya, Deddy secara berkala juga akan melakukan monitoring guna memastikan tidak ada masalah parkir yang akan menyangkut PHRI. Mengingat pada Lebaran tahun lalu ada sebuah mobil yang merupakan tamu di salah satu penginapan dan dianggap merupakan tamu di hotel anggota PHRI.
"Padahal yang parkir waktu itu bukan tamu hotel. Itu tamu kos, dan lokasinya di belakang hotel. Kami tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali," tegasnya.
Baca Juga: Tempat Wisata Jadi Salah Satu Titik Keramaian Selama Libur Nataru, Dishub Sleman Siapkan Beberapa Strategi
Sementara itu, salah satu wisatawan yang akan berlibur dan melewati pergantian tahun di Jogjakarta adalah Agus Hermawan. Lelaki asal Caruban ini mengaku sudah memesan hotel hingga menyiapkan rencana perjalanan.
"Kebetulan saya baru menikah dan rencananya akhir tahun ini liburan bareng istri ke Jogja," urainya.
Agus mengungkapkan, ia akan sampai di Jogja pada 30 Desember mendatang. Serta berencana untuk menetap sekitar 4 hingga 5 hari.
"Dulu saat masih lajang suka dadakan saja, sekarang perjalanan dan penginapan diatur semua oleh istri. Jadi lebih gampang dan tidak perlu khawatir nanti kehabisan kamar hotel atau dapat harga yang tinggi," tandasnya. (iza/laz)