Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Mbah Satinem yang Sudah 61 Tahun Jualan Lupis di Jogja, Tetap Semangat karena Merasa Masih Sehat dan Anggap Jualan sebagai Hiburan

Iwan Nurwanto • Minggu, 22 Desember 2024 | 05:45 WIB

 

Mbah Satinem (Penjual Lupis Legendaris)
Mbah Satinem (Penjual Lupis Legendaris)

 

RADAR JOGJA - Usianya hampir 80 tahun, tapi semangatnya untuk terus bekerja dengan berjualan lupis patut diacungi jempol. Ini yang dilakukan Mbah Satine, penjual kudapan di Jalan Bumijo, Jetis, Kota Jogja.


Ia mengaku sudah berjualan sejak tahun 1963 atau ketika dirinya masih berusia 18 tahun. Artinya perempuan sepuh ini sudah menjajakan lupis serta berbagai kudapan seperti gatot dan tiwul, selama 61 tahun lebih.

Baca Juga: Wamenkop Minta Program Jogjinawi hingga Simbah Harjo BMT Beringharjo Direplikasi 
Dia mengaku masih semangat untuk bekerja meski usianya sudah tidak lagi muda, karena merasa kondisi tubuhnya masih sehat. Di satu sisi ia terus berjualan karena peminat lupis buatannya masih banyak. Bahkan pembeli rela antre dari pagi agar bisa mendapatkan lupis.


"Saya terus jualan karena masih sehat. Lewat jualan ini pikiran saya juga jadi senang, bisa jadi hiburan,” kata Mbah Satinem saat ditemui Radar Jogja, Kamis (20/12).


Namun banyak yang tidak tahu bahwa dia ternyata merupakan sosok ibu yang bertanggung jawab kepada anak-anaknya. Ketiga anaknya mampu dia besarkan, bahkan kini sudah memiliki tiga cucu dan empat buyut.


Dikatakan Satinem, melalui berjualan lupis ia juga mampu untuk menguliahkan satu cucunya. Dia memang menawarkan agar cucu-cucunya bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi. Namun sebagian besar lebih memilih untuk bekerja tanpa melanjutkan jenjang perkuliahan.

Baca Juga: Masih Ada yang Ngelimpekke, Bolak-balik Muncul Tumpukan Sampah, Kelurahan Bumijo Kencangkan Pengawasan
Ya, Satinem memang menjadi tulang punggung keluarga bagi keluarga besarnya. Sebab banyak dari anak-anaknya yang membantu berjualan lupis, seperti mengantarkan ke lapak atau mencari bahan baku ke pasar. Itu karena berjualan lupis menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan.


Satinem mengaku lupis buatannya bisa habis terjual 6 sampai 10 kg per hari. Satu porsi lupis dihargai Rp 10 ribu dengan bungkus daun pisang dan dibalut dengan parutan kelapa, serta gula aren yang menggugah selera.


Pelanggan lupis Mbah Satinem tidak hanya masyarakat lokal Jogja saja. Tapi juga kerap diburu para pelancong luar daerah. Bahkan kabarnya lupis buatan Mbah Satinem ini menjadi langganan keluarga mantan Presiden Soeharto.

Baca Juga: Simbah Happy, Tak Kepikiran Hewan Ternak Lagi
Nama Mbah Satinem sendiri mulai kondang setelah dirinya masuk dalam serial Netflix berjudul Street Food Asia. Tidak heran jika namanya bisa terkenal.


Menurutnya, dalam membuat lupis ia masih menjaga resep turun temurun. Proses pembuatannya pun dilakukan secara tradisional. Misalnya menggunakan benang untuk memotong lupis. Kemudian juga menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya.


Adapun sampai saat ini, Satinem sendiri sudah memiliki tiga anak dan tiga cucu serta empat buyut. Dari tiga cucu, ada yang disekolahkan hingga perguruan tinggi. Sementara sisanya banyak yang memilih untuk bekerja.


Selain bercerita banyak tentang lupis, Satinem juga membeberkan rahasia kesehatan yang bisa membuatnya berumur panjang. Dalam kesehariannya, Satinem memang banyak beraktivitas untuk membuat lupis.


Menurut dia, dengan banyaknya kegiatan seperti membuat dan berjualan lupis di masa tua dapat membuat badan sehat dan pikiran. Selain itu Satinem pun rutin minum jamu untuk menjaga kondisi badannya agar tetap fit.


"Kalau saya (rahasia awet mudanya), yang penting pikiran senang. Jualan itu sekaligus buat hiburan,” ungkap Mbah Satinem. (inu/laz)

Editor : Satria Pradika
#bumijo #lupis