Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Lebih Dekat Penari Kinanti Sekar Rahina, Ajak Perempuan Jangan Takut untuk Bermimpi

Fahmi Fahriza • Minggu, 22 Desember 2024 | 04:54 WIB
Kinanti Sekar Rahina Penari, Pemilik Sanggar Seni Kinanti Sekar
Kinanti Sekar Rahina Penari, Pemilik Sanggar Seni Kinanti Sekar

RADAR JOGJA - Berbagai peran dan tanggung jawab yang kompleks, diemban secara beriringan oleh . Perempuan kelahiran 26 Juli 1989 ini, selain menjalankan peran di sektor domestik, juga menjalani peran di sektor publik.


Selain menjadi seorang ibu dan istri, Sekar juga bekerja dan berkesenian. Selama belasan tahun ia banyak berkecimpung di seni olah tubuh. Meliputi seni tari, hingga seni peran.


"Saya dikenalkan seni kali pertama saat TK atau lebih kecil. Dikenalkan orang tua saya pada pantomim dan lukis. Dari sana berlanjut dan saya tertarik di dunia tari sejak SD," katanya kepada Radar Jogja kemarin (21/12).

Baca Juga: Porsema Purworejo 2024 Diikuti Ribuan Peserta, Ajang Mencari Bakat Bidang Olahraga dan Seni
Tercatat Sekar pernah tampil menari di beberapa negara, baik di kawasan Asia maupun Eropa. Seperti di Jepang, Thailand, Malaysia, Belanda, hingga Amerika Serikat.


Latar belakang keluarga Sekar memang erat dengan dunia seni. Mendiang ayahnya, Jemek Supardi, dikenal luas sebagai maestro pantomim di Indonesia. Sementara ibundanya, Treda Meirayanti, aktif di bidang seni rupa dan lukis.


Sekar akhirnya tumbuh dengan mempelajari dan berfokus pada seni tari. Sampai akhirnya pada 2015 silam ia resmi mendirikan sebuah wadah edukasi dan pelatihan tari bernama Sanggar Seni Kinanti Sekar.

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun di Jogja yang Berkesan: Nikmati Keindahan Laut yang Memukau dan Pertunjukan Seni di Obelix Sea View dengan Fasilitas Lengkap
"Dari data terakhir, siswa atau anggota sanggar ada 217 orang. Mulai anak usia lima tahun sampai orang dewasa usia 50 tahun," ungkap perempuan berusia 35 tahun ini.


Dari semua kesibukan yang dilakukan, baik dalam sektor personal maupun pekerjaan, Sekar menekankan peran dan kehadiran keluarga baginya sangat penting. "Keluarga itu support system dan pelengkap hidup saya. Saya berusaha selalu hadir untuk mereka, begitu pun sebaliknya," bebernya.


Salah satu contohnya, kata Sekar, selain berbagi peran sebagai suami istri, Bagas Arga yang merupakan suami Sekar, juga aktif membantu manajerial dalam serangkaian kegiatan dan pekerjaan yang Sekar lakukan.

Baca Juga: Drama Musikal dan Tari Gugah Jiwa Nusantara, oleh 516 Beswan Djarum Bukti Ketangguhan Generasi Muda Indonesia
"Mas Bagas fokus di manajerial. Selain peran personal sebagai suami istri, kami menjalani peran profesional sebagai rekanan kerja," tutur perempuan alumni tari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini.


Dalam berbagai kegiatannya, Sekar juga berupaya untuk selalu melibatkan anak-anaknya. Ia menyadari bahwa peranannya sebagai ibu juga sama pentingnya dengan perannya sebagai istri.
"Anak saya dua, laki-laki semua. Sering ikut juga kalau saya ada kegiatan kerja, workshop, mentor, atau agenda lain. Saya selalu berdialog dengan anak-anak, family time juga sering. Jalan-jalan, makan. Itu peran saya sebagai istri dan ibu," tambahnya.


Secara personal, Sekar menegaskan, makna keluarga baginya adalah ruang damai saat jenuh dengan kesibukan di luar. Keluarga adalah ruang paling ideal untuk kembali mengisi hati dan pikirannya.


"Saya melihat keluarga saya dan berkeinginan mereka itu adalah pihak yang selalu ingin saya bahagiakan," sebutnya.


Sekar berpesan, penting sekali bagi perempuan-perempuan lain untuk berani memiliki mimpi, sekaligus berani mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. "Jangan takut mengejar mimpi. Kita semua pasti punya mimpi dan harus menciptakan ruang komunikasi dengan orang sekitar kita," tandasnya.


Dikatakan, banyak perempuan yang mengemban multiperan. "Dia juga pasti punya mimpi. Itu harus dikomunikasikan dengan keluarga, agar tidak menjadi beban atau penyesalan," ungkapnya. (iza/laz)

Editor : Satria Pradika
#tari #Seni