JOGJA - Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mulai menyiapkan langkah antisipatif lonjakan sampah yang dihasilkan selama musim libur Natal dan tahun baru (Nataru). Upayanya dilakukan dengan pengurangan sampah pada depo-depo.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, untuk menghadapi lonjakan sampah selama lbur Nataru pihaknya memaksimalkan unit pengelolaan sampah (UPS) yang beroperasi saat ini. Meliputi TPS3R Karangmiri, Kranon, Nitikan, serta UPS di Sitimulyo, Piyungan, Bantul.
Lebih dari itu, DLH Kota Jogja akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY untuk mengurangi sampah pada depo-depo yang ada. Sehingga depo sampah di Kota Jogja mampu untuk menampung sampah yang dihasilkan selama musim libur panjang ini.
Diakui Haryoko, untuk pengangkutan sampah pada depo menjelang Nataru nanti, DLH Kota Jogja tidak dapat menjamin bersih atau depo dalam keadaan kosong. Namun harapannya dapat menampung tumpukan sampah pada tempat-tempat umum atau destinasi wisata.“Untuk pengurangan tumpukan sampah nantinya kami upayakan pada semua depo. Tidak kosong banget, tapi cukup untuk menampung sampah selama libur nataru,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi Kamis (19/12).
Haryoko mengungkap, berdasar pengalaman tahun lalu peningkatan sampah saat musim libur Nataru biasanya berkisar 10 persen dibandingkan hari biasa. Artinya, jika dalam sehari produksi sampah di Kota Jogja 250 ton per hari, maka musim libur Nataru diprediksi menjadi 275 ton per hari.
Haryoko berharap, ada kesadaran dari wisatawan dan masyarakat untuk mengelola sampahnya secara mandiri. Minimal dapat membuang sampah pada tempatnya. Sehingga tidak terjadi tumpukan sampah pada lokasi-lokasi yang tidak semestinya.“Penanganan sampah bisa berjalan optimal ketika sampah bisa dikelola dengan baik secara individu,” tegas Haryoko.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Munazar mendorong permasalahan sampah bisa menjadi perhatian Pemkot Jogja selama musim libur panjang. Terlebih penanganan di sekitar kawasan destinasi wisata.
Politikus Partai Golkar ini menilai, harus ada langkah konkret untuk menghadapi meningkatnya volume sampah. Sehingga nantinya wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja selama musim libur nataru bisa merasa nyaman.“Kami tentu berharap dinas terkait bisa mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi persoalan-persoalan kemacetan dan pengelolaan sampah. Ini agar liburan akhir tahun dapat berjalan lancar, tanpa gangguan berarti,” pesannya . (inu/laz)
Editor : Din Miftahudin