JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja terus mendukung berbagai jenis kegiatan upacara adat yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat. Salah satunya upacara adat tingkeban yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Bumen, Purbayan, Kotagede Senin (16/12/2024) sore.
Ketua Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) Purbayan Marwan Indra Praja mengatakan, tingkeban sendiri merupakan salah satu upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Tujuannya untuk mendoakan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya agar selamat hingga proses kelahiran.
Marwan menuturkan, upacara adat tingkeban biasanya dilakukan ketika usia kehamilan sudah memasuki tujuh bulan. Prosesinya hampir mirip pernikahan adat. Namun lebih menekankan pada meminta doa agar ibu dan bayi diberikan keselamatan.
Baca Juga: Pangkas Pohon Mangga, Pekerja di Sleman Tewas Tersengat Listrik
“Tingkeban itu tidak berbeda dengan tujuh bulanan, jadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan kepada yang bersangkutan (pasangan suami-istri, Red),” ujar Marwan saat ditemui.
Sementara itu, Kepala Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kota Jogja Retno Yuliani menegaskan, pihaknya akan terus mendukung pelestarian upacara adat yang ada di masyarakat Kota Jogja. Sebab hal tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipertahankan.
Melalui dukungan dari Disbud Kota Jogja, Retno ingin upacara adat yang ada masyarakat Kota Jogja bisa terus hadir dan diselenggarakan. Sehingga kemudian kegiatan tersebut tidak hilang karena tergerus kemajuan zaman.
“Kami juga mendorong agar generasi muda perlu melihat langsung dan terlibat dalam kegiatan upacara adat, sehingga timbul rasa cinta terhadap budayanya sendiri,” tegas Retno. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita