Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Nataru

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 14 Desember 2024 | 06:03 WIB

 

Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Beringharjo Ida Khabibah saat menunjukkan komoditas cabai yang saat ini harganya meroket pada Selasa (23/7).  (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Beringharjo Ida Khabibah saat menunjukkan komoditas cabai yang saat ini harganya meroket pada Selasa (23/7). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY menjamin stok bahan pokok aman hingga libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Pantauan dilakukan di seluruh kabupaten/kota di DIY.

Tim TPID menjamin empat aspek pokok yakni ketersediaan barang, kestabilan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Tim tersebut terdiri dari instansi pemerintahan daerah, Bank Indonesia, Biro Perekonomian, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Bulog, BUMD, serta pihak terkait.

 Baca Juga: Jaring 200 Peserta, Program Wirausaha Merdeka UGM 2024 Hadirkan 39 Inovasi Usaha Kreatif

"Pemantauan ini menyasar pada pasar tradisional, pasar modern, distributor pangan, agen LPG dan BBM guna memastikan ketersediaan stok dan harga barang tersebut aman dan stabil," ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIY Tri Saktiyana, Jumat (13/12/2024).

Dari hasil pantauan diperoleh bahwa ketersediaan pasokan bahan pokok di 5 Kabupaten/Kota cukup aman dan terkendali. Harga bahan pokok juga cenderung stabil, walaupun beberapa yang mengalami sedikit kenaikan harga namun selisih harga barang tidak terlalu signifikan.

 Baca Juga: Ada 948.818 Kendaraan yang Melintas saat Libur Nataru, Dishub Kota Magelang Awasi Flyover Canguk

"Kami cek distributor sembako di Gunungkidul pasokan aman. Dua ton beras dan 35 ton gula pasir setiap pengiriman," tuturnya.

Ketersediaan gas LPG 3 kg juga relatif aman. Hal itu diperkuat dari data pantauan di salah satu agen gas yang mendistribusikan di 235 pangkalan di Gunungkidul. Setiap hari mendistribusi 2.090 tabung 3 Kg.

Selanjutnya di Kulonprogo tim melakukan pengecekkan di Gapoktan Ngestiharjo, kesimpulannya pasokan beras aman hingga Februari 2025. Ditambah lagi akan ada panen pada Desember 2024 dengan luasan 8 ha dan produksi 50 ton gabah.

 Baca Juga: Rumah Bersalin di Tegalrejo Jogja Jadi Lokasi Penjualan Bayi, Begini Kesaksian Warga!

"Stok yang ada saat ini sekitar 100 ton gabah, stok beras setiap hari terdapat 3 ton," bebernya.

 

Kabupaten Sleman dan Kota Jogja juga dipastikan stok bahan pokok aman. Selain itu, tim TPID juga melakukan pengecekan keamanan pangan pada beberapa pangan pokok.

 

Analis Kebijakan Madya Biro Adm. Perekonomian dan SDA Setpriv DIY, Yustin Dhamayanti mengatakan l, dari hasil pengujian diperoleh bahwa pangan segar asal tumbuhan (PSAT) meliputi cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih dan beras yang disampel di lokasi pemantaun 4 kabupaten/kota aman dari residu pestisida.

"17 sampel pangan segar asal hewan (PSAH) meliputi daging ayam, daging sapi, ikan kembung segar, ikan bandeng segar dan ikan tongkol segar yang diambil di lokasi semuanya negatif dari kandungan formalin," jelasnya. (oso)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#gas LPG #bahan poko #Kelancaran #distribusi #nataru #beras #ketersediaan barang #setprov diy #bulog #kabupaten/kota #Satuan Kerja Perangkat Daerah #Gunungkidul #kestabilan harga #stok #SKPD #gapoktan #DIY #Tim Pengendali Inflasi Darah (TPID) #Tri Saktiyana #natal 2024 dan tahun baru 2025 #BUMD