JOGJA- Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono angkat bicara soal formasi staf ahli gubernur yang semuanya bergelar doktor. Ada tiga orang staf ahli. Semuanya mantan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Ketiganya adalah Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik Dr Sukamto SH MH. Kemudian Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dr Kuncoro Msi.
Terbaru, kepala OPD yang digeser menjadi staf ahli adalah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Didik Wardaya. Posisinya staf ahli bidang sosial budaya dan kemasyarakatan. Sama seperti dua orang pendahulunya, Sukamto dan Kuncoro, Didik juga menyandang gelar doktor. Didik merupakan doktor manajemen pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dia diwisuda pada 25 Februari 2023.
Soal digesernya Didik itu, Beny menjelaskan telah sesuai aturan. “Memang posisinya seperti itu. Sesuai persyaratan,” terang Beny usai pelantikan eselon dua di Bangsal Kepatihan, Jogja, Jumat (13/12/2024).
Meski begitu, mantan kepala Bappeda DIY ini buru-buru menambahkan, penempatan staf ahli yang seluruhnya bertitel doktor agar tidak disalahartikan. Bahkan kemudian menjadi polemik. “Jangan dipelintir kemudian staf ahli harus doktor,” pinta Beny.
Didik diangkat menjadi staf ahli bersama empat orang pejabat eselon dua dan seorang pejabat eselon tiga. Nama-namanya persis sama seperti bocoran yang sudah ditulis Radar Jogja edisi Jumat 13 Desember 2024.
Kursi yang ditinggalkan Didik diduduki Suhirman, Jabatan sebelumnya wakil kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga. Berikutnya Syam Arjayanti dimutasi dari kepala dinas peridustrian dan perdagangan (perindag) menjadi kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan. Selanjutnya R. Hery Sulistio Hermawan dari wakil kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan menjadi kepala dinas kelautan dan perikanan.
Posisi kepala dinas perindag kini ditempati Yuna Pancawati. Sebelumnya kepala biro perekonomian dan SDA Setprov DIY. Yuna digantikan anak buahanya Kepala Bagian Rekayasa Perekonomian Biro Perekonomian dan SDA Eling Priswanto.
Pelantikan enam pejabat itu langsung dipimpin Gubernur DIY Hamengku Buwono X. Dalam pelantikan itu, Eling menjadi satu-satunya pejabat eselon tiga yang promosi ke eselon dua. Proses “naik kelas” Eling ini tidak melalui tahapan lelang sebagaimana kepala OPD lainnya.
Birokrat yang mengawali karir dari Kementerian Perdagangan RI sebelum pindah ke pemprov itu, berhasil promosi melalui talent pool atau manejemen talenta. Eling menjadi orang pertama yang merasakan kebijakan tersebut.
“Kami sudah lama mendapatkan izin menyelenggarakan manajemen talenta,” terang Beny. Izin itu didapat sejak masih ada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Lembaga yang berwenang memberikan rekomendasi pengisian jabatan eselon dua.
Diakui Beny, pelantikan ini yang pertama. Rencananya nanti berlanjut pada semua pengisian jabatan eselon dua. Tidak berhenti pada pengangkatan Eling. Ada banyak jabatan seperti kepala badan, kepala dinas, dan kepala biro yang kosong akan diisi dengan manajemen talenta. Tidak lagi melalui lelang terbuka. Ini juga berlaku saat kelembagaan baru pemprov resmi dilaksanakan pada 1 Januari 2025.
Di sisi lain sejumlah pejabat pemprov yang mengikuti pelantikan itu sempat membuat rasanan. Khususnya terkait diangkatnya tiga doktor sebagai staf ahli. “Bahaya niki pun mboten sido (tidak jadi, Red) ambil S3, doktor,” komentar salah satu pejabat. Ada pula yang kemudian memberikan tanggapan lain. Memberikan apresiasi. “Walaupun staf tetapi karena ahli, maka lebih baik bergelar doktor,” bisiknya.
Di sisi lain, dari catatan, Kuncoro Cahyo Aji dan Sukamto menjadi staf ahli gubernur tak lebih dari dua tahun setelah keduanya menyabet gelar doktor. Kuncoro doktor psikologi pendidikan. Sedangkan Sukamto merupakan doktor ilmu hukum.
Kuncoro sebelumnya menjabat kepala dinas lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Adapun Sukamto mengepalai biro bina pemberdayaan masyarakat. Keduanya diangkat sebagai staf ahli sejak 1 November 2023. (oso/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita